YJI Berau Resmi Dilantik, Perkuat Edukasi dan Gerakan Hidup Sehat Cegah Penyakit Jantung

BERAU – Pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kabupaten Berau periode 2026–2031 resmi dilantik di Balai Mufakat, Kabupaten Berau, Rabu (1/7/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat gerakan preventif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jantung melalui pola hidup sehat.

Prosesi pelantikan disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Wakil Bupati Berau Gamalis yang juga menjabat sebagai Penasehat YJI Kabupaten Berau, serta Ketua YJI Provinsi Kalimantan Timur Wahyu Hernaningsih Seno Aji.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan bahwa penyakit jantung masih menjadi salah satu ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai karena sering kali datang tanpa gejala. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat upaya edukasi dan pencegahan menjadi sangat penting.

“Penyakit jantung memang mengagetkan. Jika jantung berhenti berdetak tentu sangat berbahaya. Kadang tidak ada tandanya, saat sedang berolahraga atau melakukan aktivitas lain seseorang bisa langsung terkena. Ini yang perlu kita antisipasi bersama, bagaimana caranya mencegah penyakit jantung sejak dini,” ujarnya.

Seno Aji berharap keberadaan YJI Kabupaten Berau mampu menjadi motor penggerak edukasi kesehatan di tengah masyarakat sekaligus mengajak masyarakat membiasakan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik yang rutin.

Ia juga mendorong agar senam jantung sehat dapat menjadi kegiatan rutin, tidak hanya di lingkungan masyarakat tetapi juga di instansi pemerintahan sebagai bagian dari budaya kerja sehat.

“Mari kita jadikan pelantikan ini sebagai awal semangat untuk hidup lebih sehat. Saya berharap YJI Berau menjadi organisasi yang maju, aktif, berkembang, hingga mandiri dalam memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua YJI Provinsi Kalimantan Timur Wahyu Hernaningsih Seno Aji mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia optimistis kepengurusan baru mampu menghadirkan berbagai program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program YJI tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, rumah sakit, hingga berbagai pemangku kepentingan.

“Teruslah membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta seluruh stakeholder agar setiap program dapat berjalan dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Wahyu juga mengingatkan bahwa menjaga kesehatan jantung tidak harus dimulai dari langkah besar. Kebiasaan sederhana seperti rutin berolahraga, menjaga pola makan, menghindari rokok, serta mengelola stres merupakan langkah nyata untuk menurunkan risiko penyakit jantung.

Ketua YJI Kabupaten Berau periode 2026–2031, Sri Aslinda Gamalis, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan kepada dirinya bersama seluruh jajaran pengurus. Ia menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal dari tanggung jawab besar dalam menjalankan visi organisasi.

“Ini bukan hanya terkait apresiasi dan proses pelantikan, tetapi berkaitan dengan komitmen serta tanggung jawab seluruh pengurus untuk menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Ia mengajak seluruh pengurus menjadikan YJI sebagai organisasi yang aktif mengampanyekan gaya hidup sehat sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit jantung sejak usia dini.

Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Mari bersama-sama menerapkan pola hidup sehat, menghindari rokok dan berbagai kebiasaan yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Semoga YJI Berau mampu menjadi wadah yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Bupati Berau Sri Juniarsih menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Berau terhadap keberadaan Yayasan Jantung Indonesia Kabupaten Berau.

Menurutnya, upaya membangun masyarakat yang sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran organisasi kemasyarakatan yang aktif melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

Ia menilai YJI memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah menekan angka penyakit tidak menular, khususnya penyakit jantung yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi.

“Saya berharap kepengurusan yang baru dapat bekerja dengan penuh semangat, menghadirkan program-program edukasi yang menyentuh langsung masyarakat hingga ke tingkat kampung. Pemerintah Kabupaten Berau siap bersinergi agar gerakan hidup sehat semakin masif dan menjadi budaya di tengah masyarakat,” ujar Sri Juniarsih.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Berau untuk mulai menjaga kesehatan sejak dini melalui pola makan seimbang, rutin berolahraga, menghindari rokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Dengan kebersamaan dan komitmen semua pihak, saya yakin kita dapat mewujudkan masyarakat Berau yang lebih sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang semakin baik,” tutupnya. (*)

BERITA POPULER