BERAU – Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Berau masih menjadi perhatian serius. Polres Berau saat ini tengah memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat serta pendampingan bagi para korban.
Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto mengatakan, seluruh laporan dugaan pencabulan anak yang masuk tetap ditindaklanjuti. Dalam proses penanganannya, penyidik juga berkoordinasi dengan dinas terkait dan berbagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam perlindungan anak.
“Untuk pencabulan anak di bawah umur tetap kami tindak lanjuti. Kami juga berkoordinasi dengan dinas terkait dalam penegakan hukum, namun yang tidak kalah penting adalah penanganan trauma atau trauma healing bagi korban,” ujarnya.
Selain itu, Polres Berau turut menggandeng Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) serta lembaga lainnya agar korban mendapatkan pendampingan psikologis melalui pendekatan yang tepat.
Dari sisi penegakan hukum, ia menjelaskan setiap perkara membutuhkan proses pembuktian yang cermat. Penyidik harus memastikan seluruh alat bukti dan keterangan saksi telah terpenuhi sebelum perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Beberapa kasus bahkan memerlukan penanganan khusus. Salah satunya perkara yang melibatkan korban dan saksi penyandang tunawicara, sehingga kepolisian harus menghadirkan saksi ahli untuk membantu proses pemeriksaan.
“Ada kasus yang korbannya tunawicara dan saksi-saksinya juga tunawicara. Kondisi seperti ini tentu membutuhkan saksi ahli agar proses penyelidikan dan pembuktian dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kasus pencabulan anak di Kabupaten Berau masih tergolong tinggi. Karena itu, ia menilai upaya pencegahan harus menjadi prioritas dan tidak hanya dilakukan setelah adanya laporan.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat harus terus digencarkan melalui kerja sama antara kepolisian, pemerintah daerah, sekolah, hingga lembaga perlindungan anak.
“Kita harus bergerak lebih dulu, jangan menunggu ada laporan baru bertindak. Kasus pencabulan di Berau cukup banyak, sehingga pencegahan melalui edukasi harus terus diperkuat,” tutupnya. (Srn)

