Wagub Kaltim Tegaskan Dukungan, Festival Abutta Banua Perkuat Posisi Berau sebagai Destinasi Wisata Budaya

BERAU – Festival Abutta Banua kembali menjadi panggung pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten Berau.

Memperingati Hari Jadi ke-24 Kelurahan Sambaliung dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 PKL Basuli, festival yang rutin digelar setiap tahun itu kembali menghadirkan beragam tradisi khas suku Banua, mulai dari pertunjukan seni, lomba permainan tradisional, hingga prosesi adat yang sarat makna.

Pembukaan Festival Abutta Banua 2026 diawali dengan prosesi mandi pengantin, ritual siraman adat masyarakat Berau yang menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara pernikahan. Prosesi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan tamu undangan karena menampilkan salah satu warisan budaya yang masih lestari hingga kini.

Acara pembukaan dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji bersama istri, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Wakil Bupati Berau Gamalis, Sultan Sambaliung Datu Amir, Sultan Gunung Tabur Adji Raden Muhammad Bakrun, unsur Forkopimda Berau, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa pelestarian budaya harus menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah. Menurutnya, kekayaan budaya yang dimiliki Kalimantan Timur dapat menjadi alternatif penguatan ekonomi melalui sektor pariwisata.

“Kita harus mencari alternatif baru untuk mendorong perekonomian daerah, salah satunya melalui wisata budaya. Budaya-budaya di Kalimantan Timur harus terus dikembangkan karena mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai Festival Abutta Banua bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan adat istiadat sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Keberadaan berbagai tradisi lokal serta eksistensi kesultanan di Berau menjadi modal besar untuk menarik wisatawan.

Seno Aji pun menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mendukung Kabupaten Berau sebagai salah satu etalase budaya daerah melalui penguatan agenda-agenda kebudayaan yang berkelanjutan.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjaga identitas masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun destinasi wisata yang memiliki daya saing.

“Berau memiliki potensi besar menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kalimantan Timur. Kami mendukung penuh setiap kegiatan kebudayaan dan adat di Kalimantan Timur,” tegasnya usai membuka Festival Abutta Banua.

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengapresiasi seluruh pihak yang terus menjaga konsistensi penyelenggaraan Festival Abutta Banua sehingga mampu menjadi agenda budaya tahunan yang selalu dinantikan masyarakat.

Ia menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana, Kesultanan Sambaliung, Pemangku Dewan Adat Kesultanan Sambaliung, Pemerintah Kelurahan Sambaliung, Pemerintah Kecamatan Sambaliung, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen yang berkontribusi menyukseskan festival tersebut.

Sri Juniarsih juga mengaku bangga karena pembukaan festival tahun ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya masyarakat Banua, salah satu suku asli Kabupaten Berau.

“Ini merupakan suatu kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi masyarakat Berau. Kehadiran Bapak Wakil Gubernur menjadi bukti bahwa pelestarian budaya daerah mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Juniarsih menjelaskan bahwa Kabupaten Berau memiliki tiga suku asli, yakni Banua, Bajau, dan Dayak. Festival Abutta Banua sendiri merupakan ruang kebersamaan masyarakat Banua untuk merayakan sekaligus memperkenalkan kekayaan adat, seni, dan tradisi kepada masyarakat luas.

Menurutnya, pelaksanaan festival budaya tidak hanya bertujuan menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar mengenal identitas daerahnya.

“Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi identitas yang membentuk karakter masyarakat, memperkuat persatuan, sekaligus menjadi modal penting dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Sri Juniarsih menambahkan, keberadaan Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur menjadi kekayaan sejarah yang tidak dimiliki banyak daerah di Indonesia. Karena itu, keberadaan dua kesultanan tersebut harus terus dijaga sebagai bagian dari identitas Kabupaten Berau.

Melalui Festival Abutta Banua, pemerintah berharap nilai-nilai adat, seni budaya, dan tradisi masyarakat Berau tetap hidup serta mampu berkembang mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, festival tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang yang tergabung dalam PKL Basuli.

Sri Juniarsih menilai kawasan Sambaliung memiliki potensi besar sebagai ikon wisata sejarah Kabupaten Berau. Potensi tersebut harus terus dirawat dan dikembangkan agar mampu menjadi salah satu destinasi unggulan yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Melalui Festival Abutta Banua, kami berharap roda ekonomi masyarakat semakin bergerak, terutama bagi pelaku UMKM, sekaligus memperkuat silaturahmi dan kekompakan masyarakat,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Berau mengucapkan selamat Hari Jadi ke-24 Kelurahan Sambaliung dan HUT ke-6 PKL Basuli. Ia berharap Sambaliung terus berinovasi dalam menjawab tantangan pembangunan sekaligus mempertahankan posisinya sebagai pusat sejarah dan budaya di Kabupaten Berau.

Ia juga berharap dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mengalir agar berbagai program pembangunan kelurahan dan pelestarian budaya di Kabupaten Berau dapat berjalan optimal.

“Warisan budaya daerah tetap terjaga sekaligus menjadi kekuatan baru dalam mendorong sektor pariwisata dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)

BERITA POPULER