Diskoperindag Berau Targetkan 25 Ribu UMKM Go Digital Lewat Platform Terintegrasi

BERAU – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau terus mempercepat transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sebanyak 25 ribu UMKM ditargetkan mengadopsi sistem digital terintegrasi untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar.

Kepala Bidang UMKM dan Koperasi Diskoperindag Berau, Hasyimdian, menjelaskan digitalisasi yang disiapkan tidak hanya sebatas penggunaan pembayaran non-tunai atau media sosial, tetapi mencakup seluruh proses bisnis dalam satu platform.

“Mulai dari pembuatan data produk, pemasaran, transaksi, hingga laporan keuangan akan terintegrasi dalam satu sistem. Kami ingin UMKM di Berau memiliki standar digital yang lebih modern,” katanya.

Dalam mendukung program tersebut, Diskoperindag memperkenalkan sejumlah aplikasi digital, di antaranya Bricip, Bersantap, dan Pedagang.

“Kami berharap ketiga platform itu bisa mempermudah pelaku usaha dalam mengelola bisnis secara lebih efektif,” ucapnya.

Pemerintah daerah juga menjalin kemitraan dengan PT Pos Indonesia untuk memperluas layanan transaksi digital. Melalui kerja sama tersebut, pelaku UMKM akan memperoleh akses terhadap berbagai layanan pembayaran, termasuk ShopeePay, payment point, dan layanan keuangan lainnya.

Ia optimistis transformasi digital akan membantu pelaku UMKM meningkatkan efisiensi usaha sekaligus memperluas akses pasar.

Lebih lanjut, digitalisasi dan perlindungan jaminan sosial menjadi dua program yang saling melengkapi dalam menciptakan UMKM yang tangguh dan berkelanjutan di Kabupaten Berau.

“Harapan kami, UMKM Berau tidak hanya berkembang dari sisi usaha, tetapi juga memiliki sistem pengelolaan yang lebih modern sehingga mampu bersaing di era digital,” pungkasnya. (Srn)

BERITA POPULER