BERAU – Festival budaya Bekudung Betiung kembali digelar bersamaan dengan Hari Jadi ke-262 Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau. Kegiatan yang sarat makna budaya ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Berau.
Asisten III Setda Berau, Maulidiyah, yang hadir mewakili Bupati Berau, mengapresiasi terselenggaranya festival tahunan ini. Ia menilai Bekudung Betiung sebagai salah satu warisan budaya yang perlu terus dijaga dan dilestarikan, karena menjadi identitas masyarakat lokal sekaligus daya tarik pariwisata daerah.
“Festival ini bukan sekadar ajang seremonial. Ia adalah upaya nyata untuk mempertahankan tradisi adat asli Kabupaten Berau agar terus lestari dan bermanfaat bagi generasi kini dan nanti,” ujarnya.
Ia juga megapresiasi seluruh elemen masyarakat Kampung Tumbit Dayak, termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah kampung yang telah berperan aktif menjaga tradisi ini. Menurutnya, Pemkab Berau berkomitmen penuh mendukung pelestarian budaya, salah satunya dengan memasukkan Bekudung Betiung ke dalam kalender event wisata Kabupaten Berau.
“Ini tidak hanya memperkuat identitas budaya kita, tapi juga menjadi sarana pengembangan sektor ekonomi kreatif. Dengan tetap mempertahankan keaslian adat, potensi wisata budaya akan terus tumbuh,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan, Pemkab Berau tengah memberi perhatian khusus pada pengembangan fasilitas kebudayaan melalui berbagai program, seperti pembangunan pusat seni budaya, balai adat, hingga revitalisasi situs-situs bersejarah.
Festival Bekudung Betiung sendiri dikenal kaya akan prosesi adat. Mulai dari Jak Gai, Batiung, Bejiak, hingga kunjungan ke Rumah Kepala Tua sebagai simbol penting dalam struktur sosial masyarakat.
Salah satu prosesi yang menarik perhatian adalah Panjat Piruai, yaitu pengambilan madu di pohon tinggi dengan melintasi rotan yang direntangkan dari satu pohon ke pohon lainnya.
“Tradisi ini menggambarkan keterikatan masyarakat dengan alam, serta memperkenalkan kita pada nilai-nilai lokal yang kental akan filosofi hidup masyarakat Dayak,” tuturnya.
Tak hanya budaya, festival ini juga mengenalkan berbagai situs bersejarah seperti Tiang Sejarah tiang pertama dan tertua di Kampung Tumbit Dayak yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Ia berharap, dengan adanya festival ini, potensi pariwisata berbasis budaya semakin diperkuat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kami harapkan kampung ini terus eksis sebagai ikon wisata budaya di Berau, bukan hanya wisata alam bahari yang selama ini dikenal luas,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Kampung (Kakam) Tumbit Dayak, Ahmad Jamlan, menyampaikan bahwa penggabungan Festival Bekudung Betiung ini memiliki makna penting bagi masyarakat setempat. Yaitu untuk memperkenalkan generasi muda akan adat dan budaya di Kampung Tumbit Dayak.
“Yang pertama, kegiatan ini mengingatkan kita semua kepada kampung ini. Anak-anak kita pun jadi ingat dan mengenal sejarah kampungnya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah agar terus mendukung kegiatan seperti Bekudung Betiung, yang dinilai mampu meningkatkan semangat gotong royong masyarakat.
“Alhamdulillah, kerja sama masyarakat, terutama anak-anak muda selama seminggu ini sangat antusias. Kami harap melalui kegiatan ini, semangat gotong royong semakin meningkat,” bebernya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pihak ketiga dan perusahaan yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan budaya tersebut.
“Kegiatan Bekudung Betiung ini bukan sekadar kegiatan biasa, tapi memiliki nilai sejarah bagi masyarakat kami,” imbuhnya.
Selain itu, terkait pengelolaan dana kampung, Ia menyebut bahwa meskipun pelaksanaannya berjalan baik, jumlah dana yang tersedia dinilai masih minim untuk mencukupi seluruh kebutuhan pembangunan dan kegiatan masyarakat.
“Dana yang ada, baik dari ADK maupun APBN, belum mencukupi semua kebutuhan. Oleh karena itu, kami memohon kepada pemerintah daerah agar infrastruktur jalan di kampung kami bisa disempurnakan, karena masih banyak jalan yang belum layak digunakan,” pungkasnya. (srn/dez)
Reporter: Sahruddin
Editor: Dezwan

