Tradisi Manutung Jukut Ditiadakan, Pemkab Berau Alihkan ke Program Berbagi Ikan

BERAU – Agenda Irau Manutung Jukut atau pesta bakar ikan yang biasanya menjadi magnet utama dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Berau dan Ibu Kota Tanjung Redeb, tahun ini dipastikan tidak digelar.

Tradisi yang setiap tahun menghadirkan ribuan masyarakat di sepanjang Tepian Teratai hingga Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb, itu harus ditiadakan menyusul arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Instruksi tersebut menekankan agar daerah menghindari penyelenggaraan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan besar di tengah kondisi konflik sosial nasional.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menjelaskan bahwa selain mengikuti instruksi pusat, kegiatan Manutung Jukut juga dinilai cukup rawan. Selain keributan antarwarga, penggunaan tungku pembakaran ikan dalam jumlah besar dikhawatirkan memicu kebakaran.

“Kami tidak menginginkan itu. Sebagai daerah, kita hanya mengikuti instruksi dari Kemendagri saja,” tegasnya.

Meski demikian, Pemkab Berau memastikan tradisi tersebut tetap memberi manfaat bagi masyarakat. Berdasarkan hasil rapat bersama stakeholder, sebanyak 3,7 ton ikan segar yang telah disiapkan tetap akan disalurkan, namun bukan dalam bentuk pesta bakar ikan.

Plt. Kepala Dinas Perikanan Berau, Maulidiyah, menyebut ikan tersebut akan dibagikan kepada masyarakat yang tergolong rawan pangan.

Dengan perubahan konsep ini, Pemkab berharap semangat kebersamaan dari tradisi Manutung Jukut tetap terjaga, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.

“Rencananya penyaluran dilakukan pada 20 September 2025 di dua kecamatan, yakni Segah dan Kelay,” pungkasnya. (ril/dez)

Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

BERITA POPULER