BERAU – Ancaman krisis kapasitas tempat pembuangan sampah mulai menghantui Kabupaten Berau. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang saat ini beroperasi disebut sudah mendekati batas maksimal daya tampung, sehingga pemerintah daerah bergerak cepat menyiapkan fasilitas pengganti di kawasan Pegat Bukur.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan pembangunan TPA baru menjadi langkah penting untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah yang terus meningkat setiap tahun.
Menurutnya, kondisi TPA eksisting sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan dan diperkirakan akan mencapai kapasitas penuh pada November 2026.
“TPA yang ada sekarang sudah mendekati over capacity. Karena itu pembangunan TPA baru di Pegat Bukur terus kita lanjutkan dan diharapkan dapat menjadi solusi terhadap persoalan sampah di Berau,” ujarnya.
Saat ini progres pembangunan masih berada pada tahap awal dengan capaian sekitar 5 persen. Pekerjaan, kata dia, difokuskan pada pematangan lahan sebagai dasar untuk pembangunan fasilitas utama pengelolaan sampah.
Adapun untuk mendukung percepatan proyek, DLHK menggandeng PT Berau Coal yang akan membantu pembangunan fisik hingga selesai.
Komitmen kerja sama itu rencananya akan dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang saat ini sedang dipersiapkan.
“Kita meminta bantuan pembangunan sampai selesai. Yang terpenting seluruh proses tetap mengikuti regulasi dan standar TPA yang berlaku. Insyaallah dalam waktu dekat akan dibuatkan MoU,” pungkasnya. (Srn)

