Tiang Sejarah, Simbol Sakral dan Pengorbanan Leluhur di Kampung Tumbit Dayak

BERAU – Festival Budaya Bekudung Betiung di Kampung Tumbit Dayak tak hanya menyajikan kekayaan adat istiadat Suku Dayak Ga’ai, tetapi juga menjadi ajang pengenalan kembali salah satu situs paling bersejarah di kampung tersebut, yakni Tiang Sejarah.

Kepala Kampung (Kakam) Tumbit Dayak, Ahmad Jafar, menjelaskan bahwa Tiang Sejarah merupakan tiang pertama dan tertua yang berdiri di Kampung Tumbit Dayak, dan hingga kini masih tegak menopang Rumah Adat.

Tiang ini diselimuti kain kuning sebagai simbol sakral, dan menyimpan nilai-nilai spiritual serta sejarah yang sangat kuat bagi masyarakat setempat.

“Tiang ini dulunya merupakan kayu ulin besar. Seiring berjalannya waktu dan termakan usia, ukurannya kini menjadi lebih kecil. Tapi nilai dan makna sejarahnya tetap besar,” ungkapnya.

Tiang Sejarah diyakini tidak hanya sebagai penopang fisik bangunan, tetapi juga penopang jati diri masyarakat Tumbit Dayak.

Menurut cerita turun-temurun, dahulu tiang ini menjadi tempat menggantung kepala manusia, yang merupakan bagian dari tradisi sakral zaman dahulu.

“Percaya atau tidak, ini adalah cerita yang diwariskan oleh orang tua kami secara turun-temurun. Tiang ini juga tidak boleh dipindahkan atau dicabut, karena diyakini memiliki kekuatan gaib,” ujarnya.

Lebih dari sekadar benda, Tiang Sejarah merupakan simbol kokohnya tradisi dan pengorbanan leluhur. Dalam sejarah pendiriannya, tiang ini ditegakkan melalui ritual adat yang melibatkan tumbal sebagai syarat spiritual.

Hal ini menandakan betapa kuatnya ikatan antara struktur fisik, nilai spiritual, dan keberlanjutan budaya masyarakat Dayak.

“Tiang ini bukan hanya menopang rumah, tetapi menopang warisan leluhur dan jati diri kami. Kami berharap masyarakat benar-benar membangun Tumbit Dayak dari akar sejarah dan budaya yang ada,” tegasnya.

Keberadaan Tiang Sejarah kini menjadi daya tarik tersendiri dalam pengembangan wisata budaya Kampung Tumbit Dayak.

“Tidak hanya memperkaya narasi sejarah kampung, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi muda akan pentingnya menjaga dan menghormati warisan leluhur,” pungkasnya. (ril/dez)

Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

BERITA POPULER