BERAU – Dinas Perikanan (Diskan) Berau memperkuat pengelolaan hasil tangkapan nelayan dengan menyiapkan dan mengoptimalkan fasilitas pemampatan ikan sebagai tempat penampungan sementara sebelum didistribusikan.
Kepala Diskan Berau, Abdul Madjid, mengatakan fasilitas pemampatan berperan penting menjaga mutu ikan sebelum dipasarkan ke penampung maupun jaringan distribusi lainnya.
“Pemampatan ini kita siapkan sebagai tempat awal penampungan, sebelum hasil tangkapan didistribusikan ke penampung-penampung lain,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga merencanakan penambahan pemampatan baru yang dilengkapi sarana pendukung sesuai kebutuhan di lapangan.
“Ini kita lakukan untuk menjawab keterbatasan pengelolaan yang selama ini belum optimal,” katanya.
Diskan Berau juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga. Kolaborasi ini, kata dia, menjadi salah satu solusi di tengah kondisi keuangan daerah yang menuntut setiap organisasi perangkat daerah (OPD) berinovasi.
“Sesuai arahan pimpinan, OPD diminta mencari terobosan agar pendapatan daerah tetap berputar, tentu sesuai dengan kewenangan masing-masing,” jelasnya.
Ke depan, pengelolaan fasilitas pemampatan akan berbasis data dan difokuskan untuk mendukung aktivitas pelaku usaha di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu. Pihaknya juga akan terlibat langsung dalam pendampingan agar operasional berjalan lebih maksimal.
“Nanti akan dibackup oleh teman-teman dari dinas. Dengan adanya fasilitas ini, nelayan dan pelaku usaha sangat terbantu karena sudah ada tempat penyimpanan sementara hasil tangkapan,” tuturnya.
Adapun terkait pengaturan lanjutan, seperti mekanisme operasional dan retribusi, ia memastikan seluruh kebijakan akan disusun sesuai regulasi yang berlaku, baik melalui peraturan daerah maupun aturan teknis lainnya.
“Kita sesuaikan dengan regulasi yang ada. Semua akan dibuat sesuai aturan,” pungkasnya. (Srn)

