BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), berbagai langkah strategis dilakukan, mulai dari sosialisasi ke sekolah-sekolah hingga penguatan peran organisasi masyarakat.
Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya mengandalkan sosialisasi, tetapi juga memperkuat keberadaan dan peran organisasi di tingkat masyarakat seperti Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).
Dijelaskannya, Dalam dua bulan terakhir, kami mencatat ada 17 kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Berau. Hal Ini menjadi perhatian serius bagi DPPKBP3A Berau.
“Organisasi-organisasi ini kami latih dengan sistem pelaporan dan pendampingan korban, agar dapat menjadi garda terdepan dalam perlindungan anak dan perempuan di lingkungannya,” ujar Rabiatul, Senin (7/7/2025).
Dalam pelatihan yang baru-baru ini digelar, para peserta diberi pemahaman mengenai pentingnya menjadi pelopor dan pelapor dalam menangani dan mencegah kasus kekerasan terhadap anak.
Meski begitu, Rabiatul mengakui bahwa Berau masih menghadapi tantangan, salah satunya kekurangan tenaga psikolog profesional. Saat ini, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) hanya memiliki beberapa konselor dan sarjana hukum yang menangani kasus-kasus tersebut.
“Kami berusaha semaksimal mungkin memberikan pendampingan kepada korban untuk meredakan trauma, meskipun kami terbatas secara sumber daya,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan lainnya, Pemkab Berau juga mengoperasikan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang berperan dalam memberikan edukasi dan layanan konseling kepada keluarga. Salah satu psikolog dari Puspaga bahkan akan dilibatkan sebagai narasumber dalam pelatihan peningkatan kapasitas ke depan.
Dengan penguatan sistem pelaporan, peningkatan kualitas pendampingan korban, serta kolaborasi lintas sektor, DPPKBP3A optimistis angka kekerasan terhadap anak di Berau dapat ditekan secara signifikan.
“Kami tidak hanya ingin menurunkan angka kekerasan, tapi bagaimana kekerasan ini bisa benar-benar hilang dari lingkungan kita,” pungkasnya. (ril/dez)
Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

