BERAU – Kekayaan wisata alam yang dimiliki Kabupaten Berau dinilai belum cukup untuk memperkuat daya tarik daerah. Produk-produk unggulan hasil pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini didorong menjadi identitas baru yang mampu melekat dalam ingatan para wisatawan setelah berkunjung.
Momentum Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dipusatkan di Berau menjadi ajang memperkenalkan beragam produk olahan lokal kepada tamu dari berbagai daerah. Mulai dari abon ikan, aneka keripik, kue kering, hingga pangan olahan berbahan baku lokal dipamerkan sebagai gambaran potensi ekonomi kreatif Bumi Batiwakkal.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, mengatakan pengembangan UMKM tidak bisa dipisahkan dari sektor pariwisata. Menurutnya, semakin berkembang industri wisata, semakin besar pula peluang produk lokal untuk ikut tumbuh.
“Produk UMKM memiliki peluang besar menjadi bagian dari pengalaman wisata. Ketika wisatawan datang, mereka tidak hanya menikmati keindahan alam Berau, tetapi juga bisa membawa pulang produk khas daerah sebagai buah tangan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Berau sendiri menjadikan sektor pariwisata dan UMKM sebagai dua pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, berbagai program pembinaan terus dilakukan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas pasar.
Eva menjelaskan, penguatan yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek produksi, tetapi juga peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan, pendampingan, fasilitasi legalitas, akses pembiayaan, hingga promosi produk.
Ia menyebut, persaingan produk saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh cita rasa maupun kualitas isi, melainkan juga penampilan luar yang mampu menarik perhatian konsumen.
“Desain kemasan dan branding menjadi faktor penting. Produk yang bagus perlu didukung tampilan yang menarik agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.
Untuk itu, Diskoperindag terus mendorong pelaku UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) untuk membangun identitas merek yang kuat.
“Kita berharap produk lokal semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara dengan kemasan yang lebih modern dan profesional,” tuturnya.
Ia pun optimistis setiap produk yang dibawa pulang wisatawan dapat menjadi media promosi yang efektif bagi Kabupaten Berau. Selain memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha, oleh-oleh khas daerah juga menjadi cara sederhana memperkenalkan potensi Berau kepada masyarakat di berbagai daerah.
“Harapan kami, ketika orang mengingat Berau, mereka tidak hanya teringat keindahan wisatanya, tetapi juga produk-produk UMKM yang berkualitas dan layak dijadikan oleh-oleh untuk keluarga maupun kolega,” pungkasnya. (Srn)

