BERAU – Pesona Pulau Maratua terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Berau.
Saat Pelaksanaan Maratua Music Festival (M2F), arus wisatawan diperkirakan kembali meningkat, baik dari dalam maupun luar daerah. Namun, di balik keindahan laut dan pantai yang menjadi daya tarik utama, persoalan konektivitas internet masih menjadi tantangan yang belum terselesaikan.
Keluhan mengenai kualitas jaringan telekomunikasi masih kerap disampaikan wisatawan maupun masyarakat setempat. Di era digital saat ini, akses internet telah menjadi kebutuhan pokok bagi pelancong, tidak hanya untuk berkomunikasi dengan keluarga dan rekan kerja, tetapi juga untuk bekerja secara daring, mengakses layanan digital, hingga membagikan pengalaman wisata melalui media sosial yang secara tidak langsung menjadi sarana promosi efektif bagi destinasi wisata Berau.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau, Didi Rahmadi, mengakui bahwa layanan telekomunikasi di Pulau Maratua memang belum sepenuhnya optimal. Menurutnya, pembangunan infrastruktur jaringan di kawasan tersebut baru mencapai sekitar 70 persen sehingga kualitas layanan masih belum stabil.
“Sampai sekarang jaringan di Maratua masih mengandalkan pancaran sinyal dari BTS yang berada di Derawan dan Tanjung Batu. Karena itu kualitas sinyal sangat dipengaruhi kondisi cuaca,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ketika cuaca memburuk, kualitas sinyal ikut melemah. Kondisi tersebut menjadi penyebab utama gangguan komunikasi yang sering dirasakan masyarakat maupun wisatawan saat berada di pulau terluar Kabupaten Berau tersebut.
Menurut Didi, akar persoalan terletak pada belum berdirinya menara Base Transceiver Station (BTS) secara langsung di Pulau Maratua. Selama belum tersedia BTS permanen, distribusi sinyal harus dipancarkan dari wilayah lain sehingga jangkauannya terbatas dan rentan mengalami penurunan kualitas.
Apabila BTS telah dibangun di Maratua, cakupan layanan internet diperkirakan mampu menjangkau area dengan radius sekitar satu hingga dua kilometer dengan kualitas sinyal yang jauh lebih stabil. Hal itu diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap kenyamanan wisatawan maupun aktivitas masyarakat setempat.
“Kalau BTS sudah berdiri di Maratua, tentu kualitas layanan akan jauh lebih baik dibandingkan hanya mengandalkan pancaran dari luar pulau,” katanya.
Didi mengungkapkan, upaya menghadirkan infrastruktur telekomunikasi sebenarnya telah dilakukan melalui koordinasi bersama Telkom Balikpapan dan Telkomsel Tarakan. Meski demikian, pembangunan BTS permanen di Pulau Maratua masih menjadi kewenangan pemerintah pusat sehingga pemerintah daerah belum dapat merealisasikannya secara langsung.
Karena itu, Diskominfo Berau terus melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait agar pembangunan BTS di kawasan strategis tersebut dapat segera memperoleh persetujuan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Harapannya pembangunan BTS di Pulau Maratua bisa segera terealisasi sehingga kualitas jaringan telekomunikasi semakin baik dan mampu mendukung sektor pariwisata,” ucapnya.
Ia menegaskan, keberadaan jaringan internet yang andal kini telah menjadi bagian penting dari infrastruktur pariwisata modern. Selain meningkatkan kenyamanan pengunjung, konektivitas digital juga berperan dalam mendukung promosi destinasi melalui media sosial, memperkuat aktivitas pelaku usaha lokal, hingga menunjang penyelenggaraan berbagai event berskala nasional maupun internasional.
Momentum penyelenggaraan Maratua Music Festival, menurutnya, menjadi salah satu alasan penting agar peningkatan kualitas jaringan telekomunikasi dapat segera diwujudkan. Event yang diproyeksikan menarik ribuan pengunjung tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur digital yang memadai agar pengalaman wisatawan semakin optimal.
Dengan tren kunjungan wisata yang terus meningkat dari tahun ke tahun, Didi berharap pembangunan infrastruktur telekomunikasi dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata di Kepulauan Derawan.
Menurutnya, konektivitas yang kuat akan menjadi salah satu faktor pendukung agar Maratua semakin kompetitif sebagai destinasi wisata kelas dunia dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi setiap wisatawan yang datang.

