Internet Pesisir Berau Masih Lemot, Diskominfo Beberkan Penyebab Utamanya

BERAU – Keluhan masyarakat mengenai lambatnya akses internet di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Berau terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau menegaskan bahwa persoalan kualitas jaringan tidak hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas internet yang disediakan.

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengatakan pemerintah daerah telah meningkatkan kapasitas layanan internet gratis di berbagai fasilitas publik hingga mencapai 30 Mbps.

Kapasitas tersebut dinilai cukup untuk mendukung aktivitas pelayanan, namun dalam praktiknya harus dibagi kepada banyak pengguna secara bersamaan.

“Kalau hanya melihat angka, 30 Mbps sebenarnya sudah cukup untuk mendukung aktivitas pelayanan. Namun ketika koneksi itu harus dibagi untuk banyak pengguna dan beberapa layanan sekaligus, tentu kecepatannya akan berkurang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jaringan internet yang disediakan pemerintah dimanfaatkan oleh berbagai sektor, mulai dari kantor kampung, sekolah, fasilitas kesehatan hingga ruang pelayanan publik.

“Sehingga kapasitas yang tersedia harus melayani banyak perangkat dan kebutuhan dalam waktu yang sama,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sebagian wilayah pesisir Berau saat ini telah terhubung dengan jaringan fiber optik.

Meski demikian, pemerataan infrastruktur telekomunikasi masih menjadi pekerjaan yang perlu terus didorong agar kualitas layanan internet dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

“Karena itu masyarakat kadang merasakan internet lambat, padahal penyebabnya bukan hanya kapasitas bandwidth, tetapi juga jumlah pengguna dan kondisi jaringan saat itu,” jelasnya.

Diskominfo Berau memastikan akan terus melakukan evaluasi terhadap kualitas layanan internet di daerah, termasuk mengidentifikasi kendala teknis yang muncul di lapangan.

“Kami berharap langkah ini bisa meningkatkan akses konektivitas, terutama bagi masyarakat di wilayah pesisir yang masih bergantung pada layanan internet,” pungkasnya. (Srn)

BERITA POPULER