Sekolah Rakyat di Berau Tertunda, Pemkab Targetkan Realisasi 2027

BERAU – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Berau dipastikan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menjanjikan pendidikan gratis secara menyeluruh bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem itu masih menunggu kesiapan daerah, khususnya terkait penyediaan lahan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Berau, Iswahyudi. Dirinya menjelaskan bahwa hingga awal tahun 2026, Pemkab Berau belum memperoleh alokasi pembangunan Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat.

Hal ini disebabkan belum terpenuhinya salah satu persyaratan utama, yakni kesiapan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan sekolah tersebut.

“Untuk tahun ini memang belum bisa direalisasikan. Pemkab masih melakukan berbagai persiapan agar program tersebut dapat diusulkan kembali ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia menerangkan, pemerintah daerah saat ini terus berupaya menyiapkan lahan yang sesuai serta melengkapi dokumen administrasi sebagai syarat pengajuan. Proses tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah agar usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Berau dapat masuk dalam prioritas pemerintah pusat pada tahun anggaran berikutnya.

Sebagai solusi sementara, Dinsos Berau mengambil langkah dengan memfasilitasi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk bersekolah di Sekolah Rakyat milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang berlokasi di Samarinda. Sejak tahun 2025, tercatat sebanyak 11 anak asal Berau telah diberangkatkan untuk menempuh pendidikan di sana.

“Total ada 11 anak yang sudah kami fasilitasi, terdiri dari tiga siswa tingkat SMP dan delapan siswa tingkat SMA. Seluruh kebutuhan pendidikan, termasuk biaya asrama, ditanggung oleh program,” jelasnya.

Melalui program tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan akses pendidikan formal secara gratis, tetapi juga pembinaan karakter dan pendampingan selama tinggal di asrama.

Dinsos memastikan proses seleksi dilakukan secara ketat, dengan prioritas bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang berpotensi putus sekolah.

Iswahyudi menegaskan, keberadaan Sekolah Rakyat sangat penting dalam membuka akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan. Program ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Pemkab Berau menargetkan, apabila seluruh persyaratan dapat dipenuhi dalam waktu dekat, pembangunan Sekolah Rakyat di Berau paling cepat dapat direalisasikan pada tahun 2027.

“Program ini sangat penting untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. Kami berkomitmen agar Berau bisa memiliki Sekolah Rakyat sendiri,” pungkasnya. (Ril)

BERITA POPULER