Sekkab Berau Tekankan Inovasi dan Sinergi OPD dalam Pengelolaan Dana Kampung

BERAU – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, menegaskan pentingnya penguatan inovasi dan optimalisasi sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan dana kampung agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, dana kampung bukan sekadar instrumen administratif, melainkan motor penggerak pembangunan di tingkat kampung yang harus dikelola secara kreatif, efektif, dan bertanggung jawab.

“Penguatan kapasitas SDM di kampung menjadi kunci. Aparatur kampung harus mampu menyusun perencanaan yang matang, melaksanakan program secara tepat sasaran, dan memastikan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Muhammad Said.

Ia menilai, tantangan pengelolaan dana kampung saat ini bukan hanya pada aspek penyerapan anggaran, tetapi juga pada kualitas program yang dijalankan.

Karena itu, inovasi dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan perlu terus didorong, terutama dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat di masing-masing kampung.

Selain itu, Sekkab juga menggarisbawahi pentingnya sinergi yang kuat antar-organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan hasil pembangunan. Menurutnya, pembangunan kampung tidak dapat berjalan optimal jika masing-masing OPD bekerja secara parsial.

Dijelaskannya, hal ini penting agar pembangunan di kampung berkelanjutan dan fasilitas publik yang dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Program dana kampung harus terintegrasi dengan program OPD teknis, sehingga tidak terjadi tumpang tindih maupun pemborosan anggaran,” tegasnya.

Dirinya menekankan bahwa pengelolaan alokasi dana kampung harus sejalan dengan visi dan misi Bupati Berau serta terintegrasi dalam arah kebijakan pembangunan daerah.

Dengan demikian, pembangunan di tingkat kampung dapat menjadi bagian dari strategi besar pembangunan Kabupaten Berau secara menyeluruh.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, ia turut mengingatkan pentingnya perhatian terhadap pemeliharaan dan pemanfaatan fasilitas publik yang telah dibangun.

Beberapa di antaranya seperti kawasan pedestrian, penerangan jalan umum (PJU), hingga ruang terbuka hijau (RTH) yang dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan masyarakat.

“Sering kali kita fokus pada pembangunan, tetapi kurang memperhatikan pemeliharaan. Padahal keberlanjutan fasilitas publik sangat bergantung pada komitmen bersama untuk merawat dan memanfaatkannya dengan baik,” ungkapnya.

Dirinya berharap terbangun kesepahaman dan komitmen bersama antar-perangkat daerah dalam mendukung pengelolaan dana kampung yang efektif, transparan, dan akuntabel.

Ia juga mendorong agar setiap OPD memberikan pendampingan teknis sesuai kewenangannya, sehingga aparatur kampung memiliki arah dan dukungan yang jelas dalam menjalankan program.

“Inovasi, peningkatan kapasitas SDM, serta sinergi lintas sektor yang solid menjadi bagian penting dalam melakukan pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga di tingkat kampung,” pungkasnya. (Ril)

BERITA POPULER