Rumah Produksi Siap, Sambungan Air Bersih Tak Kunjung Tuntas di Pegat Bukur

BERAU – Hingga saat ini, Warga Kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung, masih menantikan realisasi sambungan air bersih ke rumah mereka. Padahal, rumah produksi air bersih di kampung tersebut telah rampung sejak tahun lalu dan telah melalui tahap uji coba.

Kepala Kampung Pegat Bukur, Suharyadi Kusuma, mengungkapkan bahwa dari sekitar 400 rumah yang ada, baru 25 rumah yang telah teraliri air bersih. Padahal, fasilitas rumah produksi sudah siap beroperasi.

“Sudah dari tahun lalu rumah produksinya selesai. Tapi sampai sekarang, Sambungan Rumah (SR) ke rumah-rumah belum berjalan. Harapan kami tahun ini bisa selesai, minimal separuh dulu,” ujarnya, Selasa (8/7/2025).

Ia menyayangkan karena dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) terakhir, proyek penyambungan SR tidak masuk dalam daftar prioritas anggaran tahun berjalan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah warga, karena proyek yang dinilai sangat vital ini bisa kembali tertunda.

Selain itu, ia menekankan bahwa operasional rumah produksi air bersih menjadi tidak efisien jika hanya melayani 25 sambungan. Secara teknis maupun ekonomis, dibutuhkan setidaknya 200 sambungan agar operasional berjalan optimal.

“Biaya operasional tidak bisa tertutupi kalau cuma 25 sambungan. Target minimal kita 200 rumah dulu, atau setidaknya menjangkau 3 dari 6 RT yang ada,” jelasnya.

Ia pun membuka peluang untuk mencari solusi alternatif, seperti melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) atau kerja sama dengan pihak ketiga. Namun, ia mengingatkan bahwa kerja sama dengan swasta harus dilakukan secara terukur, mengingat pengalaman sebelumnya tidak membuahkan hasil yang memuaskan akibat instalasi yang tidak sesuai standar.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa pihaknya kini memilih untuk tidak fokus mencari kesalahan masa lalu, melainkan mencari solusi agar seluruh warga bisa segera menikmati akses air bersih.

“Kami tidak ingin saling menyalahkan. Sekarang fokus kami bagaimana 400 rumah ini bisa mendapatkan air bersih. Kalau bisa 50 persen saja dulu, itu sudah sangat membantu meringankan beban warga,” pungkasnya. (srn/dez)

Reporter: Sahruddin
Editor: Dezwan

BERITA POPULER