Rumah Kesenian Batiwakkal Berangkatkan Pembuat Gambus Termuda Berau Lewat Program Jelajah Karya

BERAU – Komitmen dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah terus ditunjukkan Rumah Kesenian Batiwakkal. Melalui program bertajuk Jelajah Karya, organisasi seni tersebut memberangkatkan seorang pelajar berbakat, Muhammad Dennis Setiawan seorang pelajar dari SMAN 5 Gunung Tabur, untuk mengembangkan keahliannya dalam pembuatan alat musik tradisional gambus.

Muhammad Dennis Setiawan dikenal sebagai pembuat gambus termuda di Kabupaten Berau. Ketekunan dan kecintaannya dalam merakit alat musik petik khas Melayu itu menjadi sorotan tersendiri, terutama di tengah minimnya generasi muda yang menekuni kerajinan alat musik tradisional.

Founder Rumah Kesenian Batiwakkal, Hidayatullah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif internal organisasi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian kesenian daerah, khususnya dalam bidang pembuatan alat musik tradisional.

“Keberangkatan ini murni atas inisiatif organisasi. Kami melihat potensi besar pada pemuda-pemudi di Kabupaten Berau, salah satunya Muhammad Dennis Setiawan yang hingga saat ini kami ketahui sebagai pembuat gambus termuda di Berau,” ujarnya.

Dalam program Jelajah Karya ini, Dennis dijadwalkan melakukan kunjungan ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tepatnya ke Rumah Produksi Kerajinan Alat Musik Tradisi Ardi Laras yang dikenal sebagai salah satu produsen alat musik tradisional terkemuka di Kalimantan Timur.

Di rumah produksi tersebut, berbagai alat musik tradisional telah dibuat dan dikembangkan, seperti sape, gambus, jatung utang, suling, hingga beragam instrumen khas daerah lainnya. Kunjungan ini diharapkan menjadi ruang belajar langsung bagi Dennis untuk memperluas wawasan teknik produksi, pemilihan bahan, hingga proses penyempurnaan kualitas suara alat musik.

Perjalanan kemudian akan dilanjutkan ke Kota Samarinda dengan agenda mengunjungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Selain itu, rombongan juga akan bersilaturahmi dan berdiskusi dengan sejumlah sanggar kesenian di Samarinda guna memperluas jejaring dan berbagi pengalaman antar pelaku seni.

Menurut Hidayatullah, program ini dirancang untuk memberikan ruang eksplorasi yang lebih luas bagi generasi muda yang memiliki minat dan bakat di bidang seni tradisional.

“Kami ingin pemuda di tingkat pelajar ini terus tumbuh dan berkembang dengan keterampilan yang dimilikinya. Tidak hanya fokus pada gambus, tetapi juga membuka peluang untuk menguasai pembuatan alat musik tradisional lainnya,” jelasnya.

Hidayatullah pun menegaskan, keberadaan perajin muda seperti Dennis menjadi harapan baru dalam menjaga kesinambungan warisan budaya lokal. Di tengah arus modernisasi dan dominasi alat musik modern, keberanian generasi muda untuk menekuni kerajinan tradisional dinilai sebagai langkah strategis dalam mempertahankan identitas budaya daerah.

Program Jelajah Karya ini sekaligus menjadi langkah awal Rumah Kesenian Batiwakkal dalam membangun ekosistem pembinaan seni yang berkelanjutan di Berau. Ke depan, organisasi tersebut berencana memperluas jangkauan kegiatan serupa untuk menjaring dan membina lebih banyak talenta muda di berbagai bidang kesenian.

“Semoga melalui kegiatan perdana ini, kami bisa membantu putra-putri daerah meningkatkan pengetahuan dan wawasan di bidang kesenian daerah,” tutupnya.

Sementara itu, Muhammad Dennis Setiawan yang merupakan pelajar dari SMAN 5 Gunung Tabur, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kesempatan yang diberikan kepadanya. Ia mengaku bersyukur dapat terlibat dalam kegiatan tersebut dan berharap dapat menambah pengetahuan serta pengalamannya dalam bidang pembuatan alat musik tradisional.

“Saya sangat senang dan bersyukur bisa diberi kesempatan untuk belajar lebih dalam mengenai pembuatan alat musik tradisional ini. Tentu kesempatan ini menjadi ruang belajar bagi saya untuk mengenal lebih jauh tentang pembuatan alat musik tradisional ini,” ucapnya.

Ia menambahkan, pengalaman berkunjung langsung ke rumah produksi alat musik tradisional dan bertemu dengan para pelaku seni di daerah lain akan menjadi hal baru yang menyenangkan serta menjadi motivasi besar untuk terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

“Tentu saya tidak akan melewatkan kesempatan ini, menjadi pengalaman yang berharga bagi saya untuk kedepannya,” pungkasnya. (Ril)

BERITA POPULER