BERAU – Di tengah kebijakan efisiensi yang dijalankan pemerintah, rehabilitasi rumah jabatan Ketua DPRD Berau dipastikan tetap berjalan. Ketua DPRD Berau, Dedy Okto, membenarkan bahwa rumah dinas yang ditempatinya memang akan direnovasi tahun ini.
Menurutnya, anggaran yang dialokasikan untuk rehab rumah jabatan tersebut mencapai sekitar Rp700 juta. Namun, angka itu diperkirakan bisa berkurang setelah melalui proses lelang.
“Iya, memang rumah tersebut akan direhab, tetapi wacana itu sudah ada sebelum efisiensi diumumkan pemerintah pusat,” ungkap Dedy.
Dedy menjelaskan, sejumlah bagian rumah dinas memang sudah banyak mengalami kerusakan. Beberapa di antaranya adalah atap yang sering bocor, dinding yang rusak, hingga kamar mandi yang dinilai sudah tidak layak digunakan.
“Waktu pertama kali saya masuk, kamar mandinya bahkan banyak dimasuki binatang. Jadi memang kondisi rumah itu sudah kurang sehat untuk ditempati,” bebernya.
Ia menambahkan, rumah dinas tersebut terakhir kali digunakan sejak era kepemimpinan Ketua DPRD sebelumnya, Madri Pani. Namun hingga kini belum pernah mendapat perbaikan besar.
Meski demikian, Dedy menegaskan bahwa pelaksanaan rehabilitasi tetap mengikuti mekanisme lelang. Saat ini, sudah ada beberapa perusahaan yang ikut mengajukan penawaran untuk mengerjakan proyek tersebut.
“Rumah tersebut sudah dari zaman Pak Madri, kondisinya rusak di banyak bagian. Karena itu wacana rehab ini sudah ada sejak lama, bukan baru-baru ini,” pungkasnya. (ril/dez)
Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

