Rencana Cold Storage Tertunda, Distribusi Ikan di TPI Tanjung Batu Masih Serba Cepat

BERAU – Ketiadaan fasilitas penyimpanan dingin atau cold storage di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu masih menjadi tantangan bagi pengelolaan hasil tangkapan nelayan di pesisir Berau.

Hingga memasuki tahun 2026, rencana pembangunan fasilitas tersebut belum juga terealisasi sehingga distribusi ikan masih mengandalkan penjualan langsung kepada pembeli.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Abdul Madjid, menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat nelayan tidak memiliki pilihan selain segera menyalurkan hasil tangkapan mereka setelah tiba di darat.

“Jadi kita tidak bisa simpan lama-lama. Takut nanti ikan dan hasil tangkap lainnya busuk. Kita juga belum bisa memastikan realisasinya tahun ini, apalagi ada efisiensi anggaran,” ujarnya.

Meski begitu, ia memastikan aktivitas perikanan di TPI Tanjung Batu tetap berjalan normal. Sistem distribusi langsung dinilai sebagai solusi sementara agar ikan hasil tangkapan nelayan tetap segar saat sampai ke tangan pembeli.

“Selama ini nelayan langsung menjual hasil tangkapan begitu sampai di TPI. Jadi alurnya lebih cepat dari nelayan ke pembeli,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Bhakti Praja, Sultan, sebelumnya menyampaikan bahwa rencana pembangunan cold storage sebenarnya telah masuk dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).

Namun hingga tahun 2025 lalu, rencana tersebut masih berada pada tahap kajian, terutama terkait potensi bisnis dari pengoperasian fasilitas penyimpanan ikan tersebut.

“Kita memang punya rencana. TPI menyiapkan. Tapi kita harus analisa dulu peluang bisnisnya,” katanya.

Ia menambahkan, kajian tersebut diperlukan agar investasi yang dilakukan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Yang menjadi pertimbangan adalah ketersediaan pasokan ikan dari nelayan setiap harinya. Ini penting untuk memastikan fasilitas penyimpanan yang dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya. (Srn)

BERITA POPULER