BERAU – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Berau, terus mematangkan rencana relokasi rumah warga yang terdampak banjir di Kampung Long Ayap, Kecamatan Segah.
Kepala Disperkim Berau, Mulyadi, menyebut proses saat ini tinggal menunggu penentuan batas akhir lahan untuk memastikan luasan kawasan relokasi.
Ia menuturkan, relokasi tidak hanya difokuskan pada pembangunan hunian bagi warga terdampak, tetapi juga akan dilengkapi dengan fasilitas khusus (fasus) dan fasilitas umum (fasum).
“Ya harus ada untuk sarana olahraga, RTH, pendidikan dan sebagainya. Karena bagaimanapun domisili ini berpindah,” ujarnya.
Saat ini, Disperkim Berau tengah merumuskan proses pelelangan proyek tersebut. Untuk status lahan, Mulyadi memastikan tidak mengalami kendala berarti karena merupakan hibah dari masyarakat setempat.
“Itu hibah dari masyarakat di situ juga. Jadi tidak sulit untuk melaksanakan clear and clean lahannya. Untuk luasannya, kita masih menunggu dari Bidang Aset BPKAD yang meninjau kesana,” ucapnya.
Mulyadi menyebut, pada tahap awal tahun ini, pembangunan difokuskan pada 37 unit rumah dari total kebutuhan sebanyak 76 unit. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Ini menjadi pilot project. Mudah-mudahan berjalan sukses sehingga bisa dilanjutkan untuk tahap berikutnya,” jelasnya.
Sementara itu, estimasi biaya pembangunan per unit berkisar Rp150 juta sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Mulyadi berharap, sisa kebutuhan anggaran dapat dipenuhi melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Namun, hal ini masih bergantung pada proses penetapan lokasi dengan BPKAD.
Lebih lanjut, pengerjaan proyek ini diperkirakan rampung pada November hingga Desember mendatang. Meski demikian, pihaknya berharap pekerjaan dapat selesai lebih cepat, yakni pada September, sehingga sisa pembangunan bisa dilanjutkan pada perubahan anggaran berikutnya.
“Kemungkinan ini selesainya di November atau Desember. Idealnya sih ini bisa diselesaikan pada September, sehingga di Oktober pada perubahan bisa kita lanjutkan sisanya,” pungkasnya. (Srn)

