Pulau Derawan Produksi 40 Ton Sampah Per Bulan, TPS 3R Jadi Solusi Pengelolaan

BERAU – Permasalahan sampah di Pulau Derawan semakin mendesak untuk ditangani. Setiap bulan, produksi sampah di kampung wisata andalan Kabupaten Berau ini mencapai 30–40 ton. Angka tersebut bahkan bisa melonjak hingga tiga kali lipat saat musim liburan, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.

Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, menyebut kondisi ini sangat riskan jika tidak segera diatasi. Selama ini, keterbatasan lahan membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak bisa dibangun di Pulau Derawan. Akibatnya, sampah harus dipindahkan ke Tanjung Batu.

“Permasalahan sampah di Pulau Derawan sangat serius. Setiap bulan timbunan sampah bisa mencapai puluhan ton. Jika musim liburan, jumlahnya bisa tiga kali lipat. Karena itu, pengelolaan berbasis pemberdayaan masyarakat menjadi kunci utama,” ujarnya.

Sebagai solusi, pemerintah kampung bersama WWF Indonesia memulai pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

Proyek senilai Rp1,2 miliar ini sepenuhnya didanai WWF, mulai dari pembebasan lahan hingga pemberdayaan masyarakat. Pembangunan ditargetkan rampung dalam empat bulan ke depan.

TPS 3R ini akan dilengkapi dengan 10 petugas kebersihan yang telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) khusus dari kampung dan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

Selain itu, masyarakat juga akan diberi pelatihan agar mampu memilah dan mengolah sampah, sehingga sebagian bisa didaur ulang menjadi produk bermanfaat.

Dengan adanya TPS 3R, pemerintah kampung berharap Pulau Derawan bisa keluar dari ancaman krisis sampah, menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus mempertahankan daya tarik pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

“Kami ingin TPS 3R tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Sampah yang bisa didaur ulang akan dimanfaatkan kembali, sementara sisanya tetap akan dibawa ke Tanjung Batu,” pungkasnya. (ril/dez)

Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

BERITA POPULER