PLN Siagakan Personel 24 Jam, Antisipasi Gangguan Listrik Selama Ramadan di Berau

BERAU – PT PLN (Persero) UP3 Berau menyiagakan sistem kelistrikan dan personel teknis selama 24 jam penuh guna mengantisipasi gangguan pasokan listrik menghadapi potensi peningkatan aktivitas masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan listrik saat waktu sahur dan berbuka puasa, terutama di wilayah Tanjung Redeb dan sekitarnya.

Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Berau, Clif Salomo Panjaitan, mengatakan PLN telah melakukan sejumlah langkah preventif, termasuk penguatan pengamanan jaringan dan kesiapsiagaan petugas di lapangan.

“Personel dan vendor kami siagakan penuh secara on-call untuk merespons gangguan secepat mungkin,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PLN saat ini mengintensifkan pemeliharaan jaringan guna memperkecil potensi pemadaman. Jika gangguan tetap terjadi, pihaknya berupaya membatasi dampak dengan melokalisir area terdampak agar tidak meluas.

Menurutnya, gangguan listrik umumnya bersumber dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi permasalahan teknis pada peralatan, sementara faktor eksternal antara lain gangguan hewan seperti monyet atau kelelawar, serta pohon tumbang yang mengenai jaringan listrik.

Untuk gangguan bersifat sementara, sistem kelistrikan PLN telah dilengkapi fitur reclose otomatis yang mampu memulihkan aliran listrik dalam waktu singkat.

“Jika disebabkan gangguan hewan, aliran listrik biasanya kembali normal dalam 15 sampai 30 detik,” jelasnya.

Sementara untuk gangguan permanen atau kejadian luar biasa, seperti tiang listrik roboh atau tertabrak kendaraan, ia memastikan perbaikan akan dilakukan sesegera mungkin oleh tim teknis di lapangan.

Ia pun memastikan sistem kelistrikan Berau berada dalam kondisi aman meski terjadi peningkatan konsumsi selama Ramadan.

Saat ini, pasokan listrik di Berau didukung Sistem Mahakam dengan suplai rata-rata 8 hingga 10 megawatt (MW) dan kapasitas maksimal 15 hingga 17 MW. Adapun beban puncak di Berau berada di kisaran 43 hingga 45 MW.

“Dengan dukungan Sistem Mahakam, kami berupaya meminimalisir risiko defisit daya maupun pemadaman bergilir selama Ramadan,” pungkasnya. (Srn)

BERITA POPULER