BERAU – Menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat selama bulan suci Ramadan, PT PLN (Persero) UP3 Berau memperkuat langkah antisipasi guna menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah Tanjung Redeb dan sekitarnya.
Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN UP3 Berau, Clif Salomo Panjaitan, mengatakan PLN saat ini telah melakukan pemetaan konsumsi listrik sekaligus pemantauan intensif terhadap beban sistem kelistrikan.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan listrik yang biasa terjadi menjelang dan selama bulan puasa.
“Beban puncak sistem Tanjung Redeb saat ini berada di kisaran 43 hingga 45 megawatt. Menjelang Ramadan, kami perkirakan bisa naik hingga 46 sampai 47 megawatt,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan beban listrik tidak hanya berasal dari sektor rumah tangga, tetapi juga dipicu oleh meningkatnya aktivitas sektor usaha dan industri yang biasanya lebih aktif selama momen hari besar keagamaan.
Untuk itu, pihaknya melakukan monitoring sistem secara berkelanjutan guna menjaga stabilitas pasokan. Data pembebanan, kata dia, diperbarui secara berkala, baik setiap satu jam maupun setengah jam, selama 24 jam penuh.
“Pemantauan kami lakukan terus-menerus agar potensi gangguan bisa segera terdeteksi dan ditangani,” ujarnya.
Ia optimistis, kondisi sistem kelistrikan di Berau dalam keadaan aman untuk menghadapi lonjakan beban selama Ramadan. “Selama tidak ada gangguan yang tidak terduga, kami optimis pasokan listrik bisa disuplai dengan maksimal kepada masyarakat,” pungkasnya. (Srn)

