Persiapan Operasional Gedung IGD Baru Dimatangkan, RSUD Abdul Rivai Lakukan Simulasi

BERAU – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai Tanjung Redeb terus mematangkan persiapan menjelang pengoperasian gedung baru, khususnya untuk layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) terpadu yang berada di lantai satu Gedung Walet.

Humas RSUD Abdul Rivai, Dani Apriat Maja, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian simulasi serta rapat evaluasi dalam satu bulan terakhir untuk memastikan kesiapan pelayanan di ruang IGD baru tersebut.

“Sudah satu bulanan ini kami melakukan proses simulasi dan evaluasi penggunaan pelayanan IGD terpadu atau lantai satu Gedung Walet,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa langkah simulasi dan evaluasi ini penting untuk memastikan kesiapan fasilitas sebelum dilakukan perpindahan secara penuh.

“Jika nanti dinyatakan pindah, maka harus pindah dengan segala konsekuensinya. Tidak boleh ada maju mundur lagi. Itu sebabnya  simulasi dan evaluasi ini wajib dilaksanakan untuk meminimalisir dan memetakan potensi permasalahan layanan.” jelasnya.

Pelayanan IGD sebelumnya dikenal melayani selama 24 jam tanpa henti. Karena itu, proses perpindahan harus dilakukan secara cermat agar tidak mengganggu operasional layanan darurat yang sangat vital tersebut.

“Seperti yang kita ketahui, IGD itu tidak pernah putus, 24 jam non-stop. Sehingga saat pindah nanti, pelayanannya harus tetap berjalan sesuai standar tanpa kendala,” tuturnya.

Gedung IGD baru nantinya akan mengintegrasikan seluruh layanan kesehatan, baik kuratif maupun penunjang, dalam satu lokasi. Fasilitas seperti radiologi, laboratorium, depo farmasi, ruang kebidanan, hingga layanan one day care telah disiapkan untuk menunjang pelayanan maksimal.

“Di ruang IGD Walet itu nanti sudah tersedia secara terpadu, termasuk layanan one day care bagi pasien yang hanya memerlukan perawatan satu hari, seperti operasi kecil,” katanya.

Pihak RSUD Abdul Rivai berharap, dengan beroperasinya Gedung Walet, pelayanan IGD yang sebelumnya tersebar di berbagai ruang dapat terpusat dan lebih efisien.

“Sebelumnya, untuk ke laboratorium atau rontgen, petugas harus berjalan puluhan meter. Ke depan, semua sudah terintegrasi dalam satu gedung. Ini akan mempercepat dan mengoptimalkan pelayanan kepada pasien,” tutupnya. (srn/dez)

Reporter: Sahruddin
Editor: Dezwan

BERITA POPULER