Pemkab Berau Siapkan Rp5 Miliar untuk Bangun 37 Rumah Korban Banjir Long Ayap

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) memastikan telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp5 miliar untuk pembangunan kembali rumah warga terdampak banjir di Kampung Long Ayap, Kecamatan Segah.

Kepala Bidang Perumahan Disperkim Berau, Juli Mahendra, menjelaskan bahwa anggaran tersebut bersumber dari APBD Murni dan diperuntukkan bagi pembangunan 37 unit rumah dari total 76 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu.

“Anggaran yang tersedia saat ini untuk 37 unit rumah. Tapi harapan kami, sisanya yang 39 unit itu dapat selesai di tahun yang sama ini,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, seluruh rumah warga terdampak direncanakan akan direlokasi ke lokasi yang lebih aman guna meminimalisasi risiko bencana serupa di masa mendatang. Proses relokasi akan dilakukan setelah seluruh tahapan persiapan lahan rampung.

“Sejauh ini sudah tahap pengukuran tanah oleh Bagian Aset untuk lahan relokasi rumah tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, kepastian luas dan batas lahan masih menunggu hasil final pengukuran dari Bagian Aset Pemkab Berau. Lahan yang akan digunakan tersebut merupakan hibah dari masyarakat Kampung Long Ayap kepada pemerintah daerah.

“Nanti total keseluruhan lahannya selesai dan setelah pengukuran oleh Bagian Aset. Lahan ini hibah dari warga, dan lokasinya tidak dekat dengan sungai, sehingga lebih aman,” terangnya.

Juli menambahkan, pemerintah daerah sangat mengapresiasi dukungan masyarakat yang telah menghibahkan lahan untuk relokasi. Dengan demikian, pemerintah tidak perlu mengalokasikan tambahan anggaran untuk pembebasan lahan.

“Kita berterima kasih karena pemerintah tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk lahan. Tapi ketika rumahnya sudah jadi, lahan itu akan dihibahkan kembali oleh pemerintah kepada warga,” katanya.

Untuk spesifikasi bangunan, rumah yang akan dibangun memiliki ukuran tipe 36, dengan desain yang disesuaikan dengan kebutuhan dasar hunian layak dan aman bagi masyarakat terdampak.

Adapun pelaksanaan pembangunan ditargetkan dapat dimulai setelah Bulan Puasa, dengan mekanisme pengerjaan melalui sistem lelang sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Pengerjaannya nanti menggunakan sistem lelang,” tandasnya. (Ril)

BERITA POPULER