BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) merencanakan pembangunan command center atau pusat komando terpadu sebagai bagian dari penguatan sistem pemerintahan berbasis Smart City.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengatakan command center tersebut nantinya akan menjadi pusat integrasi berbagai layanan darurat dan pengelolaan data lintas sektor dalam satu sistem terpadu.
“Kita ingin ada satu titik di mana Call Center Polri, layanan kesehatan, BPBD, hingga layanan 112 Kominfo terintegrasi. Jadi kalau ada kejadian, cukup satu panggilan saja, semua sektor terkait sudah bisa langsung berkoordinasi,” katanya
Menurutnya, keberadaan pusat komando ini akan memangkas alur koordinasi yang selama ini berjalan terpisah di masing-masing instansi.
Dengan sistem terintegrasi, laporan masyarakat dapat langsung diteruskan ke instansi terkait secara real time sehingga respons penanganan di lapangan menjadi lebih cepat dan efisien.
Meski pembangunan fisik gedung command center sempat terkendala penganggaran pada tahun ini, Didi menegaskan bahwa pengembangan sistem digital dan infrastruktur jaringan tetap berjalan.
“Pengembangan sistem dan infrastruktur jaringan tetap berjalan meski terkendala anggaran. Jadi ketika gedungnya siap, sistemnya sudah bisa langsung dioperasikan,” ujarnya.
Dalam mendukung operasional command center, Diskominfo juga merencanakan pemasangan CCTV dengan spesifikasi tinggi di sejumlah titik strategis.
Perangkat tersebut tidak hanya mampu merekam gambar dengan kualitas tinggi, tetapi juga dilengkapi fitur pendeteksi wajah serta sistem audio dua arah.
“Kita gunakan CCTV yang kualitasnya bagus, yang bisa mendeteksi wajah dan ada fitur suaranya. Jadi bisa langsung kita tegur jika ada pelanggaran di area publik,” bebernya.
Teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengawasan ruang publik, menekan potensi tindak kriminalitas, serta mendukung penegakan ketertiban umum. Selain itu, data visual yang terkumpul akan terhubung langsung ke command center untuk dianalisis dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Didi menjelaskan, pembangunan pusat komando terpadu ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional pemerintahan, keamanan daerah, serta kecepatan respons dalam situasi darurat.
Sistem ini juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan kepolisian maupun perusahaan besar yang memerlukan pemantauan terpusat.
“Berdasarkan tren 2025, pembangunan ini melibatkan integrasi data dari berbagai sumber ke dalam satu tampilan visual atau single pane of glass, sehingga memudahkan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan command center tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh integrasi antarinstansi serta kejelasan prosedur operasional standar (SOP). Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar sistem berjalan efektif dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Dirinya berharap transformasi menuju tata kelola pemerintahan berbasis digital dapat semakin terwujud, sekaligus meningkatkan pelayanan publik yang responsif, transparan, dan terintegrasi,” pungkasnya. (Ril)

