BERAU — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kembali mengalokasikan anggaran besar untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Singkuang baru di Tanjung Redeb. Pada tahun anggaran 2025, lebih dari Rp 40 miliar disiapkan melalui APBD murni untuk proyek strategis tersebut.
Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (AMLP) DPUPR Berau, Decty Toga Maduli, mengungkapkan bahwa meskipun pembangunan SPAM Singkuang baru belum sepenuhnya rampung, distribusi air ke rumah warga telah dimulai, namun masih bersumber dari SPAM Singkuang lama.
“SPAM Singkuang lama itu yang masih mengalirkan air. Sedangkan pembangunan SPAM Singkuang baru ini masih jauh dari selesai. Saat ini baru ada satu unit Instalasi Pengolahan Air (IPA), dari rencana dua unit,” jelasnya pada Minggu (1/6/2025).
Dalam rencana jangka panjang, SPAM Singkuang lama akan dihentikan operasinya setelah fasilitas baru siap berfungsi penuh. Namun hingga kini, salah satu komponen vital berupa intake atau tempat pengambilan air baku dari sungai masih belum dibangun.
“Untuk intake, kami masih melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V karena itu masuk wilayah kerja mereka juga,” ujarnya.
Decty menambahkan, jika pembangunan intake dapat dikerjakan oleh BWS, maka anggaran daerah bisa dialihkan ke kebutuhan lain. Namun hingga kini belum ada kepastian dari BWS, terutama setelah terjadi pemotongan anggaran di tingkat pusat yang menyebabkan pembatalan sejumlah alokasi proyek.
“Kalau kita menunggu mereka (BWS), belum pasti kapan dibangunnya. Tapi karena ini pelayanan dasar, pemda bisa ambil alih,” tegasnya.
Adapun kapasitas SPAM Singkuang baru dirancang mencapai 100 liter per detik untuk satu unit IPA. Sebagai perbandingan, SPAM di Jalan Raja Alam memiliki kapasitas 200 liter per detik dengan dua unit IPA.
Ke depan, distribusi air bersih akan dibagi berdasarkan wilayah layanan. SPAM Singkuang direncanakan melayani kawasan Tanjung Redeb, sebagian Gunung Tabur, dan Teluk Bayur. Sementara SPAM Raja Alam akan fokus ke Kecamatan Gunung Tabur dan Teluk Bayur. Untuk wilayah Sambaliung dan sekitarnya masih akan dilayani oleh SPAM Gurimbang.
“Karena lokasinya di pinggir sungai, biaya operasional jadi lebih murah. Tidak seperti SPAM Raja Alam yang lokasinya jauh dari sumber air. Makin jauh, makin mahal biaya pompa dan distribusinya,” ujar Decty.
Sementara itu, Direktur Perumdam Batiwakkal, Saipul Rahman, menjelaskan bahwa pembangunan IPA oleh DPUPR Berau dimulai sejak 2023. Namun hingga kini, baru dibangun bak reservoir dan pompa distribusi. Sementara pembangunan intake dan IPA lanjutan direncanakan dilakukan pada awal 2024.
Menurutnya, reservoir saat ini diisi penuh dengan memanfaatkan kelebihan produksi dari IPA Singkuang lama, yang memiliki kelebihan sekitar 16 liter per detik dari total produksi 80 liter per detik. (ril/dez)
Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

