BERAU – Di tengah polemik pengelolaan Pasar Sanggam Adji Dilayas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melakukan pergantian Kepala UPT pasar tersebut. Jabatan yang sebelumnya dipegang oleh Syaidinoor kini resmi dipercayakan kepada Joni.
Pergantian ini diharapkan mampu membawa perbaikan dalam pengelolaan pasar yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Berau.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, berharap kepala UPT yang baru dapat segera melakukan penataan dan pembenahan terhadap berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian, termasuk penerapan portal elektronik yang sempat menimbulkan polemik di kalangan pedagang dan masyarakat.
Menurutnya, penerapan fasilitas berbasis digital tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi pengelolaan pasar. Namun diakuinya, saat pertama kali diterapkan masih terdapat penolakan dari sebagian pedagang maupun pengunjung pasar.
“Saya berharap dengan kepala UPT yang baru, Pasar Sanggam Adji Dilayas dapat lebih tertib. Kita sekarang berada di era digital, sehingga penerapan fasilitas seperti portal elektronik sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan pasar,” ujarnya.
Sri Juniarsih menjelaskan bahwa setelah perayaan Idulfitri nanti, pemerintah daerah akan kembali melakukan sosialisasi kepada para pedagang dan masyarakat agar dapat memahami fungsi portal elektronik tersebut. Ia juga meminta petugas pasar untuk menyampaikan informasi secara lebih humanis agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Saya meminta petugas pasar untuk lebih humanis dalam menyampaikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penerapan fasilitas baru di pasar. Jangan sampai terjadi lagi gesekan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu,” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga menegaskan bahwa fasilitas portal elektronik tersebut merupakan hasil pengadaan pemerintah daerah. Karena itu, apabila tidak difungsikan dengan baik, dikhawatirkan dapat menjadi temuan dalam pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Fasilitas ini sudah kita adakan. Jika tidak difungsikan tentu bisa menjadi temuan di kemudian hari,” katanya.
Tak hanya soal portal elektronik, Sri Juniarsih juga menyoroti operasional pasar subuh yang dinilai belum tertata dengan baik. Ia menyebut jam operasional pasar subuh sering berubah-ubah sehingga aktivitas perdagangan tidak terkontrol.
Padahal, lahan yang saat ini digunakan untuk aktivitas pasar subuh sebenarnya direncanakan sebagai area parkir bagi pengunjung pasar.
“Pasar subuh ini jam operasionalnya sering berubah-ubah dan tidak menentu. Lahan yang digunakan sebenarnya diperuntukkan sebagai area parkir. Saya berharap kepala UPT yang baru bisa menata kembali hal ini,” jelasnya.
Aspek kebersihan pasar juga menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah sebelumnya telah menambah dan memperluas fasilitas tempat pembuangan sampah di area pasar. Oleh karena itu, pengelola pasar diminta dapat memaksimalkan fungsi fasilitas tersebut agar kondisi pasar tetap bersih dan tertata.
“Saya minta kebersihan benar-benar diperhatikan. Tempat sampah sudah kita sediakan dan diperluas. Tolong dimaksimalkan sehingga pasar terlihat rapi dan bersih,” ujarnya.
Sri Juniarsih menegaskan bahwa Pasar Sanggam Adji Dilayas merupakan salah satu ikon Kabupaten Berau yang mencerminkan wajah daerah. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara baik agar masyarakat maupun pengunjung merasa nyaman berbelanja.
Sementara itu, Kepala UPT Pasar Sanggam Adji Dilayas yang baru, Joni, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemkab Berau untuk memimpin pengelolaan pasar tersebut. “Pertama saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Berau yang telah memberikan amanah dan kepercayaan kepada saya untuk menjadi Kepala UPT Pasar Sanggam Adji Dilayas,” ujarnya.
Ia menegaskan akan melanjutkan sekaligus menuntaskan berbagai program yang telah berjalan sebelumnya, termasuk pembenahan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah daerah.
Salah satu fokus utama yang akan dilakukan adalah mengembalikan fungsi portal elektronik di pasar tersebut. Menurutnya, setelah Idulfitri pihaknya akan kembali mengupayakan penerapan sistem tersebut agar dapat berjalan sebagaimana mestinya.
“Yang menjadi pekerjaan kita bersama adalah mengembalikan fungsi portal elektronik yang sudah dibuat. Insyaallah setelah Idulfitri kita akan upayakan untuk kembali difungsikan seperti awal,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penataan kembali terhadap operasional pasar subuh agar lebih teratur dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Jam operasional pasar subuh saat ini masih belum tertata dengan baik. Ke depan akan kita atur kembali agar lebih jelas dan aktivitas jual beli bisa lebih terkontrol,” katanya.
Joni juga menegaskan bahwa kebersihan pasar menjadi prioritas utama dalam pengelolaan ke depan. Pihaknya akan melakukan perubahan secara bertahap dalam mekanisme pengelolaan kebersihan agar kondisi pasar benar-benar terjaga.
“Kebersihan merupakan faktor penting di dalam pasar. Ini akan menjadi prioritas kami, dan secara bertahap mekanismenya akan kita perbaiki agar pasar benar-benar bersih,” ujarnya.
Untuk mengatasi polemik yang sempat terjadi terkait portal elektronik, pihaknya juga akan kembali melakukan sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat dengan pendekatan yang lebih persuasif dan humanis.
“Kami akan memberikan pemahaman kepada pedagang dan masyarakat melalui sosialisasi yang lebih humanis. Mudah-mudahan masyarakat dapat menerima penerapan ini sehingga ke depan pengelolaan pasar bisa berjalan lebih baik,” pungkasnya. (RIl)

