BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai bergerak cepat memulihkan kawasan permukiman warga yang terdampak kebakaran di kawasan ujung Tanjung Redeb. Melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim), program besar dengan anggaran sekitar Rp54 miliar disiapkan untuk penataan kembali wilayah tersebut.
Plt Kepala Dinas Perkim Berau, Rusnan Hefni, mengatakan program ini tidak hanya menyasar rumah warga, tetapi juga menyeluruh pada penataan lingkungan.
“Kami ingin masyarakat yang terdampak bisa kembali tinggal di kawasan yang lebih tertata dan layak huni,” jelasnya.
Program pemulihan itu mencakup tiga bidang utama, yaitu perumahan, permukiman, serta prasarana dan sarana utilitas (PSU). Setiap tahun, kata dia, Pemkab juga menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) melalui APBD, rata-rata untuk 300 rumah.
Selain pembangunan rumah, fokus lain adalah penataan kawasan kumuh dan pembangunan infrastruktur dasar, seperti drainase dan lampu jalan. Khusus untuk kawasan ujung Tanjung, koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dilakukan agar pembangunan tidak melanggar tata ruang, terutama terkait bantaran sungai.
“Kalau ada lahan bersertifikat di bantaran sungai yang harus ditata ulang, akan ada mekanisme ganti rugi yang sesuai. Itu akan diatur Dinas Pertanahan,” ujarnya.
Ia menargetkan, pada 2026 kawasan Ujung Tanjung bisa sepenuhnya pulih.
“Harapannya, dari wilayah padat dan terdampak kebakaran, bisa berubah menjadi kawasan layak huni yang lebih nyaman dan aman bagi warga,” pungkasnya. (srn/dez)
Reporter: Sahruddin
Editor: Dezwan

