BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menanggapi serius tuntutan para driver ojek online terkait tarif dasar angkutan serta kebijakan program aplikator. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab menggelar rapat mediasi multipihak pada Senin (8/9/2025) di Ruang Rapat Kakaban, Kantor Bupati Berau.
Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, menegaskan langkah mediasi ini merupakan upaya Pemkab Berau untuk memberikan ruang aspirasi para driver sekaligus menjembatani komunikasi dengan pihak aplikator.
Ditambahkannya, Pemkab Berau siap memfasilitasi memfasilitasi dan menjembatani apa yang disampaikan para driver agar aplikator bisa mematuhi. Perwakilan driver diberi ruang dalam kesepakatan untuk menuangkan permasalahan kepada pengambil kebijakan di pusat, sehingga ada kepastian penerapannya.
“Ini menjadi tuntutan mereka dan kami akan kepada aplikator agar mencapai kesepakatan,” ucapnya.
Menurutnya, pemerintah daerah hanya memiliki kewenangan mengakomodir melalui pertemuan dan bersurat resmi kepada pihak aplikator. Terkait penentuan tarif, hal itu tetap berada di bawah regulasi dan kebijakan pusat.
“Memang kewenangannya berada di pusat. Kami hanya menjadi mediator untuk bisa disampaikan ke pusat,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Garda (Gabungan Aksi Roda Dua) Berau, Didin Hairudin, menyoroti beberapa masalah yang dinilai mendesak, seperti program hemat aplikator yang merugikan driver, sistem penerimaan mitra, hingga ketiadaan kantor perwakilan aplikator di Kabupaten Berau.
“Kami minta kedua aplikator, baik Gojek maupun Grab, memudahkan para driver untuk menyampaikan aspirasi. Kami juga tegas meminta adanya kantor perwakilan di Berau agar ada tempat pengaduan resmi jika terjadi masalah,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemkab Berau yang memfasilitasi pertemuan ini.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Berau meminta para driver ojek online untuk merumuskan secara detail permasalahan dan aduan yang ada.
Hasil rumusan itu nantinya akan disampaikan secara resmi melalui surat dari pemerintah daerah kepada pihak aplikator.
“Terima kasih kepada Bapak Sekda atas inisiasi mempertemukan kami semua, termasuk Dinas Perhubungan, agar aplikator bisa mempertimbangkan program-program yang lebih pro kepada driver ojek online,” pungkasnya. (ril/dez)
Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

