Pemkab Berau Bidik Skema Alternatif, Proyek TPA Pegat Bukur Tak Sepenuhnya Bergantung APBD

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau mulai membuka peluang skema pembiayaan alternatif dalam pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) modern di Kampung Pegat Bukur.

Langkah ini diambil menyusul keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang belum mampu mengakomodasi kebutuhan proyek secara penuh.

Rencana relokasi TPA dari Bujangga ke Pegat Bukur tetap menjadi prioritas jangka panjang dalam pembenahan sistem pengelolaan sampah. Namun, realisasinya kini diarahkan lebih adaptif dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah.

Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan DPUPR Berau, Decty Toge Manduli, menyebutkan bahwa kebutuhan anggaran awal pembangunan diperkirakan mencapai Rp50 miliar.

“Kebutuhan tahap awal cukup besar, sehingga perlu strategi pembiayaan yang tepat agar pembangunan tetap bisa berjalan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, total anggaran yang dibutuhkan untuk membangun TPA modern yang memenuhi standar lingkungan bahkan bisa mencapai Rp150 miliar. Nilai tersebut mencakup pembangunan fasilitas utama, kantor operasional, hingga sarana pendukung lainnya.

Dengan besarnya kebutuhan tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga mempertimbangkan opsi lain, termasuk efisiensi anggaran serta kemungkinan kolaborasi dengan pihak luar.

Di sisi lain, keterbatasan fiskal membuat pemerintah harus menyusun skala prioritas pembangunan. Saat ini, sektor penyediaan air bersih masih menjadi fokus utama karena dinilai lebih mendesak dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Di APBD Perubahan 2026, semuanya sangat bergantung pada kondisi keuangan daerah. Air bersih masih menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkab Berau memastikan rencana pembangunan TPA Pegat Bukur tidak dihentikan, melainkan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Pendekatan bertahap dinilai menjadi solusi realistis agar proyek tetap berjalan tanpa membebani keuangan daerah.

Kondisi ini sekaligus mendorong pemerintah untuk lebih inovatif dalam merancang sistem pengelolaan sampah, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari aspek pembiayaan dan keberlanjutan layanan.

“Dengan strategi tersebut, pembangunan TPA Pegat Bukur diharapkan tetap dapat terealisasi secara bertahap, sekaligus menjadi tonggak transformasi pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (Ril)

BERITA POPULER