Pedalaman Kelay Hadapi Krisis Nakes dan Guru, Pemkab Berau Siapkan Langkah Penguatan

BERAU – Pemerataan layanan dasar di wilayah pedalaman Kabupaten Berau masih menjadi pekerjaan rumah besar. Di Kecamatan Kelay, kekurangan tenaga kesehatan dan pendidik dinilai semakin mendesak dan berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

Camat Kelay, Toris, mengungkapkan bahwa sejumlah kampung hingga kini belum memiliki tenaga kesehatan yang memadai. Bahkan di Kampung Long Sului, belum tersedia bidan maupun perawat yang bertugas secara tetap.

Kondisi tersebut menjadi tantangan serius, terutama saat terjadi keadaan darurat medis. Dengan jarak yang cukup jauh menuju rumah sakit kabupaten di Tanjung Redeb, masyarakat sangat bergantung pada fasilitas kesehatan tingkat kecamatan maupun kampung.

“Tidak semua pasien bisa langsung dirujuk ke rumah sakit. Karena itu kami mengusulkan agar puskesmas di Kelay, Merapun, dan Long Boy ditingkatkan menjadi puskesmas rawat inap,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan status puskesmas menjadi rawat inap akan sangat membantu masyarakat, khususnya bagi pasien yang membutuhkan observasi atau penanganan awal sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Selain itu, keberadaan tenaga medis tetap di setiap kampung dinilai krusial untuk pelayanan ibu dan anak serta penanganan penyakit umum.

Tak hanya sektor kesehatan, persoalan kekurangan SDM juga terjadi di bidang pendidikan. Beberapa sekolah masih kekurangan guru mata pelajaran inti. Di SMP Merapun, misalnya, belum tersedia guru matematika. Sementara di Merasa, kekurangan guru agama Islam dan bahasa Inggris masih menjadi kendala dalam proses belajar mengajar.

Kondisi serupa juga dialami SMP Negeri 1 Kelay di Meralesan. Sekolah tersebut belum memiliki guru olahraga, bimbingan konseling, PPKN, dan seni budaya. Bahkan di Kampung Long Sului, SD Negeri setempat belum memiliki kepala sekolah definitif sejak Oktober 2025.

Kekosongan jabatan kepala sekolah tersebut dinilai berpengaruh terhadap manajemen sekolah dan pengambilan keputusan strategis di tingkat satuan pendidikan.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Berau Sri Juniarsih menyatakan bahwa pemerintah daerah menyadari tantangan geografis yang dihadapi Kelay sebagai wilayah pedalaman. Karena itu, penguatan layanan dasar menjadi salah satu fokus pembangunan daerah.

“Kelay memang memiliki tantangan geografis. Pemerintah daerah akan terus mendorong pemerataan tenaga kesehatan dan pendidikan agar masyarakat di wilayah pedalaman mendapat layanan yang layak,” ujarnya.

Sri menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah. Pemkab Berau akan mengupayakan solusi secara bertahap, baik melalui penataan penempatan tenaga kesehatan dan guru, maupun peningkatan fasilitas layanan di kecamatan pedalaman.

“Kita berharap kesenjangan layanan dasar antara wilayah perkotaan dan pedalaman dapat semakin diperkecil, sehingga masyarakat di Kelay memperoleh akses kesehatan dan pendidikan yang setara dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Ril)

BERITA POPULER