Patroli Rutin Cegah Kerusakan Lingkungan di Sungai Sukan Tengah

BERAU – Upaya menjaga ekosistem sungai terus dilakukan Pemerintah Kampung Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung. Bersama aparat keamanan dan masyarakat, mereka menggelar patroli rutin untuk menekan praktik penangkapan ikan dan udang dengan cara yang merusak lingkungan.

Patroli yang digelar setiap minggu ini melibatkan pemerintah kampung, Babinsa, Babinkamtibmas, serta dua kelompok masyarakat, yakni Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dan Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). Pokmaswas fokus menjaga sungai dari penggunaan setrum, racun, maupun alat tangkap troll, sementara MPA bertugas mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Kampung Sukan Tengah, Bunyamin, menyebutkan langkah ini dilakukan untuk merespons keluhan nelayan terkait maraknya alat tangkap destruktif.

“Patroli ini kami lakukan seminggu sekali agar praktik yang merusak ekosistem sungai bisa dicegah sejak dini,” jelasnya.

Selain menertibkan alat tangkap ikan, patroli juga melarang kapal tugboat dan tongkang batu bara untuk tambat di tepian sungai. Keberadaan kapal dinilai merusak mangrove dan mengganggu habitat udang yang menjadi mata pencaharian utama warga.

BACA JUGA :  Pemkab Berau Raih Penghargaan Nasional atas Capaian Indeks Reformasi Birokrasi Tertinggi 2024

“Ada tugboat yang sempat kami temukan tambat, dan langsung kami minta berpindah tempat,” katanya.

Menurut warga, ekosistem mangrove di sekitar sungai berperan penting sebagai penahan erosi sekaligus penyerap karbon alami. Sementara udang yang hidup di kawasan ini telah menjadi sumber penghidupan utama masyarakat secara turun-temurun.

Lanjut Bunyamin, kegiatan patroli mendapat dukungan dari program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) melalui dana karbon.

“Pihaknya berharap langkah ini tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan di Sukan Tengah, tetapi juga bisa menjadi contoh bagi kampung lain di Berau,” pungkasnya. (srn/dez)

Reporter: Sahruddin
Editor: Dezwan

BERITA POPULER