Partisipasi Pemilih di Tarakan Masih Rendah

TARAKAN – Wali Kota Tarakan, Khairul, menyoroti masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum (Pemilu) dan Pilkada di daerahnya. Dia menyebut, pada pemilu sebelumnya partisipasi warga Tarakan kurang lebih 78 persen, sedangkan pada pilkada turun hingga 60 persen.

Menurut Khairul, angka tersebut menggambarkan masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya menggunakan hak pilih dalam menentukan arah pembangunan daerah.

“Dari data itu terlihat sebagian masyarakat masih menganggap pemilihan itu kurang penting. Padahal, pemilu dan pilkada sangat menentukan arah masa depan daerah dan bangsa,” kata Khairul di sela kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan 2025 di Tarakan, Senin (6/10/2025).

Ia menilai rendahnya partisipasi bukan hanya disebabkan oleh kurangnya sosialisasi, tetapi juga karena masih lemahnya kesadaran politik warga. Karena itu, ia menekankan perlunya kolaborasi lintas pihak untuk memperkuat pendidikan pemilih di semua lapisan masyarakat.

“Kesadaran politik tidak bisa tumbuh hanya dari satu pihak. Pemerintah, penyelenggara pemilu, dan masyarakat harus bersama-sama mengampanyekan pentingnya menjadi pemilih aktif dan cerdas,” ujarnya.

Khairul berharap, kegiatan edukasi pemilih yang dilakukan secara berkelanjutan bisa mempersempit kesenjangan kesadaran politik dan mendorong partisipasi lebih tinggi pada Pemilu dan Pilkada mendatang.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

BERITA POPULER