Pangkalan BBM dan Tabung Gas di Segah Terbakar, Satu Warga Alami Luka Bakar

BERAU – Kebakaran melanda sebuah pangkalan BBM dan tabung gas elpiji di Jalan Poros Tepian Buah, Kampung Tepian Buah, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, Rabu (25/2/2026) siang.

Peristiwa tersebut menyebabkan bangunan mengalami kerusakan berat dan satu orang warga mengalami luka bakar sedang.

Berdasarkan laporan Pos Damkar Kecamatan Segah, informasi kebakaran diterima dari warga sekitar pada pukul 14.30 Wita. Petugas piket yang sedang berjaga langsung merespons cepat dengan mengerahkan unit pemadam kebakaran dan personel menuju tempat kejadian perkara (TKK).

Sekitar pukul 14.40 Wita, petugas telah tiba di lokasi dan segera melakukan upaya pemadaman. Dua unit dikerahkan dalam penanganan kejadian tersebut, yakni satu water supply dan satu unit peralatan.

Bangunan yang terbakar merupakan satu pangkalan BBM sekaligus tempat penyimpanan tabung gas elpiji milik seorang warga bernama Siregar. Luas area terdampak diperkirakan sekitar 8 x 10 meter persegi. Akibat kejadian ini, bangunan hangus terbakar.

Dalam insiden tersebut, terdapat satu kepala keluarga dengan total lima jiwa yang terdampak, terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan. Satu orang laki-laki dilaporkan mengalami luka bakar kategori sedang dan telah mendapatkan penanganan medis.

Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Aparat TNI dan Polri turut berada di lokasi untuk membantu pengamanan serta proses penanganan bersama warga sekitar.

Analisis Kebakaran Muda BPBD Berau, Askar Husaini, mengatakan bahwa lokasi usaha yang menyimpan bahan mudah terbakar seperti BBM dan tabung gas memiliki risiko tinggi apabila tidak dilengkapi standar pengamanan yang memadai.

“Penyimpanan BBM dan elpiji harus memperhatikan aspek keselamatan, mulai dari ventilasi, jarak aman antar tabung, hingga ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR). Jika terjadi kebocoran kecil saja dan ada sumber api, potensi kebakaran bisa cepat membesar,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pemilik usaha pangkalan, untuk rutin melakukan pengecekan instalasi dan memastikan tidak ada kebocoran pada tabung maupun selang gas.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menumpuk bahan mudah terbakar dalam satu ruangan tertutup tanpa sistem pengamanan yang sesuai standar,” pungkasnya.

Meski sempat terkendala keterbatasan personel di lapangan, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api. Setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai dilakukan, situasi di lokasi dinyatakan aman dan terkendali. (Ril)

BERITA POPULER