Minim Sarpras Olahraga, KONI Berau Dorong Dukungan Fasilitas Jelang Porprov

BERAU – Keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) olahraga di Kabupaten Berau masih menjadi persoalan serius yang dinilai dapat menghambat pembinaan atlet dan peningkatan prestasi daerah.

Minimnya fasilitas tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari keterbatasan anggaran pembangunan dan pemeliharaan, prioritas belanja daerah pada sektor lain, hingga kurang optimalnya perawatan fasilitas yang sudah ada.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap proses pembinaan atlet, menurunkan minat masyarakat untuk berolahraga, serta memengaruhi kualitas pendidikan jasmani di lingkungan sekolah. Akibatnya, potensi olahraga daerah belum sepenuhnya dapat berkembang secara maksimal.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Berau, Taufan Madjid, mengatakan keterbatasan fasilitas penunjang masih menjadi tantangan utama dalam upaya meningkatkan prestasi atlet daerah. Menurutnya, sarpras olahraga di Berau hingga kini masih tergolong minim dan belum mampu mengakomodasi kebutuhan berbagai cabang olahraga (cabor).

Padahal, perkembangan olahraga di Berau dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang cukup positif. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah cabang olahraga yang mampu bersaing di tingkat provinsi.

“Ini tentu harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat ini sebanyak 52 cabang olahraga telah dinyatakan lolos babak kualifikasi Pra-Pekan Olahraga Provinsi (Pra Porprov) dan dipastikan akan berlaga pada ajang Pekan Olahraga Provinsi mendatang. Capaian tersebut dinilai sebagai kebanggaan sekaligus tantangan besar bagi Kabupaten Berau.

Dengan banyaknya cabor yang akan bertanding, kebutuhan terhadap fasilitas latihan yang memadai menjadi semakin mendesak. Menurut Taufan, sarpras yang representatif sangat penting untuk menunjang kesiapan atlet, baik dari sisi teknik, kondisi fisik, maupun mental sebelum turun di ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut.

“Kalau kita ingin hasil maksimal di Porprov, maka dukungan fasilitas harus sejalan dengan semangat dan kerja keras atlet. Jangan sampai potensi mereka terhambat karena keterbatasan tempat latihan,” tegasnya.

Meski demikian, pihaknya mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Berau yang mulai menunjukkan komitmen dalam pengembangan sarana olahraga. Salah satunya melalui rencana pembangunan sirkuit permanen di Bumi Batiwakkal yang dinilai sebagai terobosan positif, khususnya untuk mendukung cabang olahraga otomotif.

Menurut Taufan, keberadaan sirkuit permanen nantinya tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas latihan, tetapi juga dapat menjadi pusat pembinaan atlet balap secara berkelanjutan. Selain itu, fasilitas tersebut berpotensi membuka peluang bagi Berau menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan otomotif di masa mendatang.

“Kami sangat mengapresiasi adanya pergerakan pembangunan sirkuit permanen ini. Ini langkah yang sangat baik dan tentu kami dukung penuh, apalagi ini menjadi bagian dari visi dan misi bupati Berau,” pungkasnya. (Ril)

BERITA POPULER