Lahan Bekas Kebakaran di Ujung Tepian Segah Akan Disulap Jadi Ruang Terbuka Hijau

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) berencana menyulap area bekas kebakaran di ujung Tepian Segah, tepatnya di samping dermaga Rajanta, menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Proyek ini menjadi salah satu fokus utama Disperkim tahun 2025.

Staf Fungsional Teknik Penyehatan Lingkungan Disperkim Berau, Anang Wahananto mengungkapkan rencana ini sebenarnya telah disusun sejak tahun lalu, namun sempat tertunda akibat refocusing anggaran selama masa pandemi COVID-19. Kini, dengan kondisi anggaran yang lebih stabil, program tersebut mulai kembali digarap.

“Sekarang kami mau fokus mencoba menata kawasan ujung Tepian Segah yang di dermaga Rajanta itu. Sudah ada desainnya juga. Tinggal menunggu pembebasan lahannya,” ujarnya, Rabu (9/7/2025).

Ia menjelaskan, proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Selain pembebasan lahan, saat ini pihaknya juga tengah mengupayakan pencarian dana pembangunan. Meskipun desain kawasan RTH telah tersedia sejak tahun lalu, pelaksanaannya akan menyesuaikan kondisi anggaran dan kesiapan lahan.

Luas lahan yang akan digarap mencapai sekitar 9.000 meter persegi. Lahan ini merupakan bekas area kebakaran yang sempat menghanguskan sejumlah bangunan beberapa waktu lalu.

Menurut Anang, pemilihan lokasi tersebut sebagai RTH bukan tanpa alasan. Selain karena berada di kawasan rawan bencana, letaknya yang strategis tepat di belokan kawasan kuliner Tepian Segah membuatnya sangat potensial untuk mendukung pengembangan ruang publik dan sektor pariwisata.

“Tujuannya pemerintah adalah menyelamatkan kawasan permukiman sekaligus menata kawasan tersebut agar lebih aman dan nyaman. Nantinya akan ada taman, kafe, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya,” jelasnya.

Ia berharap proses pembebasan lahan serta pembangunan bisa berjalan lancar sehingga masyarakat segera bisa menikmati manfaat dari keberadaan RTH tersebut.

“Mudah-mudahan saja prosesnya lancar dan bisa segera dimulai pembangunannya,” pungkasnya. (ril/dez)

Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

BERITA POPULER