BERAU – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mendorong Pemerintah Kabupaten Berau untuk mengambil langkah yang lebih agresif, terukur, dan berkelanjutan dalam menekan angka pengangguran.
Menurutnya, upaya tersebut sangat penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika dan ketidakpastian kondisi ekonomi saat ini.
Dedy mengatakan, meskipun data menunjukkan adanya perbaikan, persoalan pengangguran tetap harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.
Ia menilai, keberhasilan menurunkan angka pengangguran tidak boleh membuat pemerintah lengah, karena tantangan ketenagakerjaan akan terus berkembang seiring pertumbuhan penduduk dan kebutuhan dunia usaha.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2025 tercatat sebesar 4,40 persen. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 0,75 persen poin dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 5,15 persen.
“Meskipun trennya menurun, penanganan isu ini tidak boleh kendor. Pemerintah harus tetap fokus menciptakan lapangan kerja dan memastikan masyarakat lokal mendapat kesempatan yang lebih besar untuk bekerja,” ujarnya.
Politikus Partai NasDem itu menegaskan bahwa pengangguran merupakan persoalan yang telah lama menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Berau.
Namun demikian, ia menilai masalah tersebut harus terus ditangani secara serius karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.
“Persoalan pengangguran bukanlah masalah baru di Berau. Tapi penanganannya harus tetap agresif karena menyangkut langsung stabilitas ekonomi daerah,” katanya.
Menurut Dedy, salah satu langkah yang perlu diperkuat adalah mendorong keterlibatan sektor swasta dalam menyerap tenaga kerja lokal.
Ia menyoroti keberadaan perusahaan-perusahaan besar di sektor pertambangan, perkebunan, dan industri lainnya yang beroperasi di Berau agar memberikan prioritas lebih besar kepada masyarakat setempat.
Ia berharap perusahaan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan tenaga kerja yang siap pakai, tetapi juga turut berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia daerah melalui program pelatihan dan pembinaan.
“Saya sangat mengharap kesadaran dan kerja sama dari perusahaan agar lebih memberdayakan masyarakat lokal untuk bekerja,” tegasnya.
Selain mendorong penyerapan tenaga kerja lokal, Dedy juga menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor yang tidak kalah penting. Ia meminta pemerintah daerah untuk terus memperkuat peran Balai Latihan Kerja (BLK) dalam mencetak tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri.
Menurutnya, pelatihan kerja yang disertai sertifikasi kompetensi harus diberikan secara merata kepada generasi muda Berau agar mereka mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi sangat penting. Ini menjadi jembatan untuk mengatasi kesenjangan antara kemampuan pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan,” jelasnya.
Dedy menambahkan, keluhan terkait rendahnya kesesuaian kualifikasi tenaga kerja lokal dengan kebutuhan industri masih sering disampaikan oleh sejumlah perusahaan. Karena itu, peningkatan kualitas SDM harus menjadi program berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan.
Di samping aspek kompetensi, DPRD Berau juga mendorong adanya transparansi informasi ketenagakerjaan. Ia meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau untuk terus memperbarui data dan informasi lowongan pekerjaan secara real-time melalui platform digital yang mudah diakses masyarakat.
Menurutnya, keterbukaan informasi akan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi pencari kerja lokal untuk mengetahui peluang kerja yang tersedia dan mempersiapkan diri sesuai kebutuhan perusahaan.
“Dengan adanya keterbukaan data lowongan itu para pekerja lokal dapat masuk ke sektor-sektor industri,” pungkasnya. (*)

