BERAU — Kebakaran melanda kawasan Jalan Raja Alam I, Kecamatan Sambaliung, Kamis (10/7/2025) sekitar pukul 14.57 WITA. Peristiwa ini menghanguskan tiga bangunan usaha yang terdiri atas bengkel, pangkas rambut, rumah pribadi, dan warung sembako.
Menurut keterangan Komandan Regu (Danru) BPBD Berau, Agus, pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 14.57 WITA dan segera mengerahkan total sembilan unit armada pemadam kebakaran. Delapan unit berasal dari Mako BPBD Berau dan satu unit dari Pos BPBD Kecamatan Sambaliung.
“Dugaan sementara, sumber api berasal dari sebuah bengkel yang terletak di tengah bangunan-bangunan yang terbakar,” ujar Agus.
Kobaran api sempat disertai beberapa ledakan dari lokasi kejadian, yang mempercepat penyebaran api ke bangunan di sekitarnya. Struktur bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan.
Proses pemadaman berlangsung selama sekitar 30 menit, disusul pendinginan selama 30 menit berikutnya. Api akhirnya berhasil dijinakkan berkat gerak cepat petugas pemadam kebakaran.
Namun, insiden ini tidak lepas dari korban. Seorang relawan dilaporkan tersengat listrik saat membantu proses pemadaman, sementara seorang petugas pemadam mengalami luka bakar di telapak tangan. Keduanya telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Selain itu, pemilik bengkel juga mengalami luka bakar cukup serius di kaki sebelah kanan. Korban telah dibawa ke RSUD Abdul Rifai untuk mendapatkan perawatan.
Hingga saat ini, belum ada informasi pasti mengenai total kerugian akibat peristiwa ini.
Salah satu saksi mata sekaligus pemilik warung di lokasi, Nur, mengaku masih syok dengan kejadian tersebut. Ia mendengar beberapa kali suara ledakan sebelum api membesar.
“Saya masih syok, Mas. Kejadiannya begitu cepat. Ada suara ledakan beberapa kali, lalu api langsung membesar dari arah bengkel dan pangkas rambut,” ungkap Nur dengan wajah pucat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Pewarta: Muhammad Aril Syahrulsyah
Editor: Agus S

