BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau tak hanya fokus mengisi lima kursi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang saat ini kosong.
Lebih jauh, pemerintah daerah mulai menyiapkan peta regenerasi pejabat secara menyeluruh untuk mengantisipasi gelombang kekosongan jabatan yang diperkirakan terus terjadi hingga beberapa tahun ke depan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga kesinambungan roda pemerintahan agar pelayanan publik dan pelaksanaan program pembangunan tetap berjalan optimal, meski sejumlah pejabat memasuki masa purnatugas.
Saat ini, proses Seleksi Terbuka JPT Pratama Tahun 2026 telah memasuki tahapan akhir. Sebanyak 30 peserta telah menuntaskan asesmen kompetensi dan penulisan makalah, sementara tahapan presentasi serta wawancara akhir bersama panitia seleksi tinggal menunggu jadwal pelaksanaan.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, mengatakan seluruh peserta sebelumnya telah mengikuti asesmen kompetensi di Balai Pengujian Kompetensi Yogyakarta. Hasil asesmen tersebut akan menjadi salah satu bahan utama dalam menentukan kandidat terbaik.
“Senin kemarin peserta sudah melakukan penulisan makalah. Saat ini kita menunggu hasil asesmen yang dilaksanakan di Balai Pengujian Kompetensi di Jogja. Insyaallah dalam dua atau tiga minggu ke depan akan dijadwalkan presentasi sekaligus wawancara akhir,” ujarnya.
Menurut Said, proses seleksi bukan sekadar mencari pejabat untuk mengisi jabatan kosong, melainkan memastikan organisasi perangkat daerah (OPD) dipimpin figur yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, serta mampu mengakselerasi pencapaian target pembangunan daerah.
Dari lebih dari 30 pelamar yang mengikuti seleksi, hanya kandidat dengan kompetensi terbaik yang akan dipilih mengisi lima posisi pimpinan tinggi tersebut. Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari rekam jejak, kemampuan manajerial, hingga gagasan yang dituangkan dalam makalah dan dipertanggungjawabkan melalui presentasi.
Untuk menjaga independensi proses seleksi, Pemkab Berau melibatkan panitia seleksi dari berbagai unsur. Tim tersebut terdiri atas Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Pelaksana Tugas Asisten I Setdaprov Kaltim Andi Muhammad Ishaq, Sekda Berau Muhammad Said, Rektor Universitas Muhammadiyah Berau, Asisten III Setda Berau, serta Ibnu Sina.
Said menegaskan seluruh tahapan seleksi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan berada dalam pengawasan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Menurutnya, sistem kepegawaian saat ini semakin terintegrasi sehingga setiap tahapan harus melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.
“Kita profesional. Seluruh proses selalu berkoordinasi dengan BKN. Sekarang sistem kepegawaian lebih sentralistik sehingga semua harus mendapat pendampingan dan pengawasan BKN,” tegasnya.
Ia memastikan tidak ada ruang bagi praktik titipan jabatan maupun intervensi dalam proses seleksi. Seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan hasil penilaian objektif.
Di sisi lain, Said mengungkapkan tantangan pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Berau masih akan berlanjut. Per 1 Juli 2026, dua kepala OPD resmi memasuki masa pensiun, yakni Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Perpustakaan. Menjelang akhir tahun, giliran Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga serta Kepala Dinas Pariwisata yang juga akan mengakhiri masa tugasnya.
Secara keseluruhan, terdapat sembilan jabatan pimpinan tinggi pratama yang diproyeksikan mengalami kekosongan sepanjang 2026. Kondisi tersebut telah dipetakan sebagai bagian dari perencanaan kebutuhan aparatur.
Karena itu, selain melalui mekanisme seleksi terbuka, Pemkab Berau juga menyiapkan skema manajemen talenta (talent management) untuk mencetak calon-calon pimpinan OPD yang siap mengisi jabatan strategis pada tahun-tahun mendatang.
Dengan proyeksi kebutuhan hingga 2027 dan 2028, pemerintah daerah berharap proses regenerasi birokrasi dapat berlangsung lebih terencana.
“Kita berharap fondasi penting dalam menjaga stabilitas organisasi pemerintahan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu akibat kekosongan jabatan pimpinan,” pungkasnya.

