TANJUNG REDEB – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Berau tercatat masih berada di bawah rata-rata Provinsi Kalimantan Timur.
Data tahun 2024 menunjukkan IPM Berau berada di angka 77,17, sementara IPM Provinsi Kaltim mencapai 78,79. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Kabupaten Berau dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau, Endah Ernany, menyampaikan bahwa selisih tersebut menjadi catatan penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ke depan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“IPM Berau memang masih di bawah provinsi. Ini menjadi perhatian kami dalam penyusunan RKPD 2027, khususnya untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Meski demikian, Endah menegaskan bahwa posisi Berau masih tergolong baik di tingkat kabupaten. Berau saat ini menempati peringkat tertinggi untuk kategori kabupaten di Kalimantan Timur.
Sementara daerah dengan capaian IPM lebih tinggi merupakan wilayah perkotaan seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang yang memiliki karakteristik ekonomi dan fasilitas lebih maju.
Menurutnya, IPM merupakan indikator strategis yang mencerminkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Komponen IPM meliputi angka harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, serta pengeluaran per kapita yang menggambarkan kemampuan daya beli masyarakat.
“Peningkatan IPM tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Perlu sinergi antara pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Dalam penyusunan RKPD 2027, Pemkab Berau berencana mengarahkan berbagai program prioritas pada peningkatan akses dan mutu layanan pendidikan, penguatan layanan kesehatan dasar dan rujukan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Langkah ini dinilai penting agar peningkatan IPM dapat terjadi secara berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah, termasuk kawasan pedesaan dan pesisir.
Endah menambahkan, tantangan geografis Berau yang memiliki wilayah luas dan tersebar menjadi faktor yang turut memengaruhi pemerataan pembangunan. Oleh karena itu, perencanaan ke depan akan lebih menitikberatkan pada pendekatan berbasis kebutuhan wilayah.
Selain itu, penguatan kapasitas tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, penurunan angka stunting, serta peningkatan partisipasi sekolah menjadi bagian dari strategi yang akan didorong dalam dokumen perencanaan tahun 2027.
“Target kami adalah mendorong SDM Berau yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih produktif. Itu yang akan kami dorong dalam RKPD 2027,” pungkasnya. (Ril)

