Imigrasi Tanjung Redeb Perketat Pengawasan WNA di Awal 2026

BERAU – Meningkatnya mobilitas warga negara asing (WNA) di Kabupaten Berau pada awal 2026 direspons serius oleh Kantor Imigrasi Tanjung Redeb. Sejak awal Januari, pengawasan keimigrasian diperketat, terutama di kawasan wisata dan sentra industri yang menjadi tujuan utama WNA.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tanjung Redeb, Catur Apriyanto, mengungkapkan bahwa aktivitas WNA di Berau menunjukkan peningkatan. Sepanjang tahun 2026, tercatat sebanyak 68 orang mengajukan perpanjangan Izin Tinggal Kunjungan (ITK).

“Sebagian besar adalah wisatawan yang memilih tinggal lebih lama karena tertarik dengan destinasi wisata Berau, selain kunjungan keluarga,” ujarnya.

Selain itu, peningkatan jumlah WNA juga dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi, khususnya di bidang pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.

Disebutnya, terdapat 83 orang pemegang Izin Tinggal Terbatas (ITAS) yang mayoritas bekerja sebagai tenaga kerja asing di dua sektor tersebut.

Tak hanya itu, Imigrasi Tanjung Redeb juga mencatat satu orang pemegang Izin Tinggal Tetap (ITAP), serta 152 orang lainnya yang mengurus layanan keimigrasian seperti Multiple Re-entry Exit Permit (MERP) dan Exit Permit Only (EPO).

Selain itu, pengawasan keimigrasian pun diperketat. Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) telah melakukan pemantauan lapangan sejak awal Januari 2026, dengan fokus pada kawasan pesisir dan wisata unggulan seperti Kepulauan Derawan, Maratua, Sangalaki, Kakaban, serta jalur Biduk-biduk dan Talisayan.

“Wilayah ini menjadi perhatian karena banyak WNA, baik dari Eropa, Malaysia, maupun China, yang menghabiskan momen pergantian tahun di sana, termasuk WNA yang bekerja di perusahaan tambang dan perkebunan,” jelas Catur.

Pengawasan tersebut, kata dia, dilakukan untuk memastikan keberadaan dan aktivitas WNA tetap sesuai dengan izin tinggal yang dimiliki.

“Kami pastikan tim terus bergerak di lapangan untuk memantau apakah WNA masih tinggal sesuai izin atau sudah kembali ke negara asalnya,” pungkasnya. (Srn)

BERITA POPULER