BERAU – Pemantauan hilal di Kabupaten Berau kembali tidak membuahkan hasil. Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiono, mengungkapkan bahwa berdasarkan pengalaman para pengamat hilal yang telah puluhan tahun mengikuti rukyatul hilal di Berau, hilal memang belum pernah terlihat secara langsung.
“Menurut teman-teman yang sudah lama mengikuti kegiatan rukyatul hilal di Berau, bahkan ada yang sudah lebih dari 40 tahun tinggal di sini, belum pernah sekali pun melihat hilal secara langsung,” ujarnya.
Diduga, kondisi cuaca serta faktor alam menjadi penyebab utama sulitnya melihat hilal di wilayah tersebut.
Meski demikian, kegiatan rukyatul hilal tetap dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk ikhtiar dan tanggung jawab dalam memastikan awal bulan Hijriah.
“Ini bentuk ikhtiar kita untuk memastikan dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Karena itu kegiatan ini tetap kita laksanakan setiap tahunnya,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa secara perhitungan kalender Hijriah, awal Ramadan setiap tahunnya memang maju sekitar lima hingga enam hari dari tahun sebelumnya.
“Bisa saja nanti terjadi dua kali Ramadan dalam satu tahun masehi,” katanya.
Ia berharap Ramadan tahun ini dapat disambut dengan penuh suka cita dan semangat ibadah. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan ibadah, baik yang wajib maupun sunnah.
“Kita patut bersyukur masih dipertemukan dengan Ramadan tahun ini. Karena banyak saudara kita yang tahun lalu masih bersama kita, namun tahun ini sudah tidak ada,” tutupnya. (Srn)

