BERAU – Kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau disebut tengah mengalami penurunan. Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengakui ruang anggaran daerah kini semakin terbatas akibat berkurangnya sejumlah sumber pendapatan.
Salah satu yang paling terasa, kata dia, adalah menurunnya bantuan keuangan dari pemerintah provinsi. Bahkan nilainya disebut jauh berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Sekarang anggaran kita semakin mengecil. Bantuan keuangan dari provinsi juga sudah mulai merosot, bahkan hampir tidak ada,” kata Gamalis.
Tak hanya itu, Dana Alokasi Khusus (DAK) yang selama ini membantu pembiayaan program daerah juga disebut sudah berkurang. Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Berau masih harus menanggung berbagai kewajiban belanja.
Menurut Gamalis, beban pembayaran gaji pegawai hingga kewajiban utang daerah masih menjadi pengeluaran tetap yang tidak bisa dikurangi.
“DAK berkurang, Bankeu juga hampir tidak ada. Sementara kewajiban pemerintah tetap berjalan,” ujarnya.
Ia menilai kondisi itu akan berdampak langsung terhadap pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Berau. Sejumlah program fisik diperkirakan akan mengalami penyesuaian karena keterbatasan anggaran.
“Mau tidak mau pembangunan akan tergerus. Karena itu penggunaan anggaran harus benar-benar bijak,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah tidak lagi menyusun program berdasarkan kepentingan masing-masing instansi.
“Jangan lagi pembangunan dibuat berdasarkan keinginan orang per orang atau dinas tertentu. Sekarang harus melihat mana yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. (Srn)

