Festival Maratua Jazz and Dive Fiesta 2025 Sukses Digelar, Dorong Pariwisata dan UMKM Lokal

BERAU – Festival Maratua Jazz and Dive Fiesta (MJDF) 2025 sukses digelar dan menyedot perhatian ratusan penonton, baik dari dalam maupun luar daerah. Digelar di kawasan pantai Pulau Maratua, festival musik bernuansa jazz ini memadukan keindahan alam tropis dengan pertunjukan musik yang penuh energi dan harmoni.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, yaitu 27-28 Juni menampilkan berbagai musisi lokal dan nasional, seperti Keljo, Deddy Dhukun, Whansetyawan, Risalah Band dan bahkan penampilan mengejutkan dari Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris.

Suasana meriah tak hanya terasa dari panggung utama. Di sekitar lokasi acara, para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga turut ambil bagian dengan menjajakan makanan dan hasil karya tangan mereka. Kehadiran MJDF diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi lokal, sekaligus memperkuat daya tarik wisata di salah satu pulau terluar Indonesia tersebut.

Penggagas MJDF, Rian, mengungkapkan bahwa persiapan festival ini hanya memakan waktu kurang dari dua bulan. Izin awal baru diajukan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau pada 3 Mei 2025. Meski tidak didukung anggaran dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ia bersyukur karena mendapatkan bantuan berupa barang dan jasa dari Kementerian Pariwisata.

“Kami memang tidak mendapat dukungan anggaran dari OPD terkait, tapi bantuan dari Kemenpar sangat membantu. Butuh tenaga, effort, dan sponsor yang punya visi untuk memajukan pariwisata di Maratua,” ujarnya.

Ia menambahkan, MJDF pertama kali digelar pada 2015 dan langsung mendapat sambutan positif dari Bupati Berau saat itu, Makmur HAPK, serta Menteri Kelautan, Susi Pudjiastuti. Festival ini sempat terhenti pada 2016 karena minimnya sponsor, namun kembali digelar pada 2017 dan terus berlanjut, kecuali saat pandemi COVID-19 pada 2020 dan 2021.

Ia mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan dalam gelaran tahun ini, termasuk kehadiran beberapa turis asing.

“Jazz yang kami sajikan beragam genre, bisa dipadukan dengan musik tradisional seperti Sape. Ini jadi daya tarik tersendiri,” jelasnya.

Meski festival ini tidak memberlakukan tiket masuk, ia berharap ke depan ada sistem pencatatan data pengunjung yang lebih akurat, terlebih tahun ini ada pemantauan langsung dari Kementerian Pariwisata.

“Yang jelas, hotel dan penginapan semuanya penuh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, menyatakan apresiasinya terhadap pelaksanaan MJDF 2025. Menurutnya, konsep festival sudah sangat baik dan terbukti mampu menarik wisatawan, termasuk dari mancanegara. Namun, ia menekankan pentingnya menjadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Maratua.

“Konsepnya bagus. Saya lihat langsung wisatawan menikmati pertunjukan musiknya. Ini bisa jadi pintu masuk untuk mengenalkan Maratua ke pasar internasional,” ucapnya.

Ke depan, Disbudpar Berau berencana menggelar lebih banyak event seni budaya di Maratua, termasuk pada akhir tahun ini. ia juga menyoroti pentingnya merancang skema paket wisata yang menarik dan terjangkau, serta menjadikan Dermaga Sanggam sebagai pintu masuk utama wisatawan.

“Kita perlu rumuskan paket wisata yang konkret, agar para penikmat jazz dan wisatawan dari berbagai negara mau datang ke Berau dan Maratua,” pungkasnya. (srn/dez)

Reporter: Sahruddin
Editor: Dezwan

BERITA POPULER