Fenomena Pasang Laut di Maratua Banjiri Permukiman, Camat: Ini Kondisi Alam yang Sudah Biasa

BERAU — Beberapa waktu yang lalu, Pulau Maratua terendam banjir akibat pasang air laut yang cukup tinggi. Menurut, Camat Maratua mengungkapkan hal tersebut sudah sering terjadi, apalagi pada saat pasang besar.

“Hal seperti itu memang karena kondisi alam yang ada di Pulau Maratua. Banjir ini bukan karena faktor lain, tapi murni fenomena pasang air laut. Kebetulan pada 28 Mei lalu, bertepatan dengan satu hari bulan,” ujar Ariyanto, Minggu (1/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa satu hari bulan atau fase bulan baru biasanya memicu kenaikan signifikan permukaan laut, dan dalam satu bulan kejadian serupa bisa terjadi dua kali pada waktu yang berbeda.

Tingginya pasang laut yang disertai gelombang besar menyebabkan air laut masuk hingga ke jalanan pantai. Meski demikian, kondisi gelombang sudah mulai menurun pada hari berikutnya.

“Pasangnya masih tinggi seperti kemarin, tapi gelombangnya hari ini sudah tidak terlalu besar,” katanya.

Ariyanto menambahkan, kondisi seperti ini biasanya berdampak pada aktivitas melaut warga. “Nelayan pasti tidak melaut kalau gelombang tinggi. Mereka sudah terbiasa membaca cuaca laut,” jelasnya.

Menurutnya, wilayah Maratua kemungkinan besar sudah memasuki musim selatan, yang biasanya terjadi pada Juli hingga September dan bertepatan dengan musim kemarau.

Meski terjadi pasang tinggi, aktivitas pariwisata di Maratua disebut tetap berjalan normal. “Hari ini malah ramai karena hari libur. Beberapa hari sebelumnya juga tetap banyak wisatawan. Gelombang tinggi hanya terjadi sehari semalam saja,” ujarnya.

Terkait distribusi logistik, Ariyanto memastikan bahwa tidak ada hambatan berarti karena masyarakat Maratua sudah sangat familiar dengan laut. Masing-masing kampung memiliki kapal sendiri dan bisa memprediksi hari-hari aman untuk pelayaran.

“Kalau logistik, saya kira tidak terlalu bermasalah. Kemarin gelombang tinggi hanya sehari, hari ini sudah bisa dilalui,” jelasnya.

Meski demikian, pihak kecamatan tetap mengimbau masyarakat dan pemerintah kampung agar tetap waspada menghadapi cuaca yang tidak menentu.

“Warga Maratua memang sudah paham situasi musim angin dan gelombang, tapi prediksi cuaca kadang bisa meleset. Jadi kita tetap harus berhati-hati,” imbaunya.

Ia berharap tidak ada hal buruk yang terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem. “Tetap waspada dan pahami kondisi alam kita. Mudah-mudahan semua tetap aman,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, Ade, membenarkan bahwa fenomena pasang tinggi pada tanggal tersebut adalah hal yang wajar secara meteorologis.

“Kondisinya memang karena pasang tinggi pada tanggal itu,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan prakiraan cuaca untuk wilayah perairan Maratua dan Berau dalam beberapa hari ke depan, yang diprediksi akan berawan hingga hujan, dengan tinggi gelombang antara 0,3–0,75 meter dan kecepatan angin antara 6–14 km/jam.

“Secara umum, tinggi gelombang masih tergolong aman, sekitar 0,3 hingga 1 meter dalam dua hari ke depan. Namun potensi hujan disertai angin kencang masih bisa terjadi karena kita berada di masa pancaroba menuju musim kemarau,” pungkasnya. (ril/dez)

Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

BERITA POPULER