Efisiensi Anggaran, Pembangunan Gedung Baru DPRD Berau Ditunda Sementara

BERAU – Penyesuaian kondisi keuangan daerah berdampak langsung pada rencana pembangunan gedung baru DPRD Berau. Proyek yang semula disiapkan untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan kerja wakil rakyat itu dipastikan belum dapat direalisasikan pada tahun anggaran berjalan.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menjelaskan bahwa pembangunan gedung baru sebenarnya telah melalui tahapan pembahasan dan mendapat persetujuan pemerintah daerah.

Bahkan, anggaran sekitar Rp20 miliar sempat dialokasikan. Namun, kebijakan efisiensi anggaran membuat rencana tersebut harus ditunda.

“Awalnya sudah disetujui dan masuk anggaran. Tapi karena efisiensi dan penyesuaian fiskal daerah, anggaran itu akhirnya dihapus. Kita menunggu sampai kondisi keuangan kembali normal,” ujarnya.

Gedung DPRD baru sebelumnya dirancang memiliki dua lantai, dengan penataan ruang yang lebih representatif. Lantai dasar, kata dia, direncanakan menjadi pusat kegiatan rapat komisi agar interaksi antara anggota dewan dan masyarakat dapat berlangsung lebih mudah dan terbuka.

Dikatakannya, penundaan pembangunan ini dinilai cukup krusial, mengingat kebutuhan ruang DPRD diproyeksikan terus meningkat seiring pertambahan jumlah anggota legislatif.

Berdasarkan proyeksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pertumbuhan penduduk Berau yang diperkirakan mencapai 400 ribu jiwa pada 2029, jumlah kursi DPRD diprediksi akan bertambah.

“Tahun 2029 kursi DPRD naik dari 30 menjadi 35. Bahkan kalau penduduk tembus 400 ribu, bisa bertambah lagi menjadi 40 kursi. Itu alasan utama kenapa sebenarnya kita membutuhkan gedung yang lebih layak,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia memastikan proses perencanaan tetap akan dirampungkan agar proyek dapat segera dieksekusi ketika anggaran kembali tersedia.

“Tahun ini tidak ada pembangunan fisik. Tapi perencanaannya tetap kita selesaikan, supaya nanti saat kondisi keuangan membaik, bisa langsung kita ajukan kembali,” pungkasnya. (Srn)

BERITA POPULER