BERAU – Kampung Bena Baru tampil gemilang dalam ajang lomba perahu panjang yang digelar di Kampung Pegat Bukur, Selasa (8/7/2025) lalu. Tak hanya menjadi juara, tim Bena Baru berhasil membawa pulang piala bergilir di dua kategori sekaligus, yakni kelas 10 orang dan 30 orang.
Capaian tersebut menjadi bukti ketangguhan dan kekompakan tim, meski hanya memiliki waktu persiapan sekitar dua minggu. Pelatih tim Bena Baru, Larie, mengungkapkan bahwa perjuangan timnya tidak mudah, terutama dalam mengatur jadwal latihan.
“Awalnya memang sulit, terutama soal mengatur jadwal latihan. Banyak anggota tim yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan sekolah di kota. Tapi setelah semua sepakat untuk berkomitmen, latihan mulai berjalan lancar,” ujarnya, Rabu (9/7/2025).
Ia menjelaskan, latihan dilakukan dengan strategi khusus, termasuk pengaturan jarak tempuh guna meningkatkan stamina dan kekompakan. Hasilnya, dominasi Bena Baru tak terbendung di dua kelas lomba yang diikuti.
Kepala Kampung Bena Baru, Nelung Jalin, turut mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan yang diraih. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kampung Pegat Bukur selaku tuan rumah atas kesuksesan penyelenggaraan lomba tahunan tersebut.
“Ajang seperti ini bukan hanya soal kompetisi, tapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antar kampung,” ungkapnya.
Ia pun mendorong agar olahraga dayung tradisional mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah. Ia bahkan menyarankan pembentukan asosiasi pendayung di tingkat kabupaten sebagai wadah pembinaan dan pengembangan atlet dayung di Berau.
“Kalau para pendayung kita bisa dinaungi oleh asosiasi seperti Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI), maka peluang Berau untuk tampil di ajang lomba tingkat provinsi bahkan nasional sangat terbuka,” pungkasnya. (srn/dez)
Reporter: Sahruddin
Editor: Dezwan

