BERAU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau tak hanya fokus pada layanan baca, tetapi juga tengah merancang pengembangan perpustakaan sebagai destinasi wisata edukasi.
Langkah ini sejalan dengan arah pembangunan daerah yang bertransformasi dari ketergantungan sumber daya alam menuju sektor pariwisata dan pertanian.
Kepala Dispusip Berau, Yudha Budisantosa, menyebut konsep edu-tourism tersebut akan diawali dengan integrasi antara perpustakaan dan destinasi wisata, dengan Taman Sanggam sebagai pusat kegiatan.
“Di negara maju, perpustakaan menjadi ikon kota modern. Kita ingin mulai menerapkan hal serupa di Berau,” ujarnya.
Selain itu, Dispusip juga terus mendorong perpustakaan sekolah, kampung, dan desa untuk aktif mengikuti program akreditasi. Hasilnya cukup membanggakan, pada 2023 dan 2024 Berau berhasil meraih penghargaan terbaik tingkat nasional, sedangkan pada 2025 menempati posisi kedua.
“Kita terus berkomitmen meningkatkan akreditasi, bukan hanya untuk sekolah, tapi juga untuk perpustakaan yang dikelola masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap, pengembangan perpustakaan dengan pendekatan baru ini dapat meningkatkan literasi sekaligus memberi nilai tambah bagi sektor pariwisata daerah.
“Kita ingin perpustakaan menjadi pintu gerbang pengetahuan, melahirkan ide-ide baru, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan,” pungkasnya. (srn/dez)
Reporter: Sahruddin
Editor: Dezwan

