BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Berau (Disperkim) kembali mengalokasikan anggaran untuk 81 paket pekerjaan pada tahun 2026.
Program tersebut difokuskan pada pembangunan dan peningkatan infrastruktur kawasan permukiman, terutama di wilayah perkotaan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih menegaskan bahwa pembangunan serta peningkatan jalan lingkungan dan gang di kawasan kota harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, Tanjung Redeb sebagai ibu kota kabupaten merupakan episentrum wajah daerah yang mencerminkan kualitas tata kelola pembangunan Berau secara keseluruhan.
“Anggarannya harus dipakai sebaik mungkin. Tidak hanya DPUPR, tapi Disperkim yang mengelola gang juga harus menggunakan anggaran dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia menekankan, pembangunan fisik tidak boleh berhenti pada tahap pelaksanaan saja. Aspek pemeliharaan dan perawatan fasilitas publik juga harus menjadi perhatian utama agar infrastruktur yang telah dibangun dapat bertahan lama dan tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Saya tipikal bupati yang suka turun langsung melihat kondisi pembangunan. Jadi saya tahu mana yang dibangun dan dirawat, dan mana yang dibiarkan begitu saja,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Disperkim Berau, Mulyadi, menjelaskan bahwa 81 paket pekerjaan tersebut mencakup penanganan drainase, semenisasi gang, hingga peningkatan jalan lingkungan, khususnya di kawasan perkotaan Tanjung Redeb.
“Di 2026 ini kami ada 81 paket pekerjaan. Termasuk penanganan drainase dan semenisasi yang memang banyak dibutuhkan masyarakat perkotaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, untuk memastikan pembangunan berjalan terarah dan berkelanjutan, Disperkim Berau tengah menyusun masterplan penataan kawasan permukiman yang komprehensif. Dokumen perencanaan tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam menentukan prioritas pekerjaan serta memastikan pemerataan pembangunan.
“Kami sedang susun dan atur supaya semuanya bisa ditangani secara bertahap dan terencana,” jelasnya.
Menurut Mulyadi, dengan adanya masterplan, perencanaan dan realisasi pembangunan gang serta infrastruktur permukiman diharapkan lebih efektif, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Dengan masterplan itu, semua perencanaan dan realisasinya diharapkan dapat bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya. (Ril)

